PKM UKIM Latih Generasi Muda Hatalai Produksi Konten Digital Untuk Tangkal Hoaks

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 10 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

PKM UKIM Latih Generasi Muda Hatalai Produksi Konten Digital Untuk Tangkal Hoaks

Tribun-nusantara.web.id. Ambon,Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) menggelar pelatihan literasi digital bagi generasi muda di Negeri Hatalai, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, pada Rabu, 10 September 2026.

Kegiatan dengan tema"  Pemberdayaan Generasi Muda dalam Menangkal Hoaks melalui Pelatihan Produksi Konten Komunikasi Digital ini menyasar anggota Forum Anak Negeri Hatalai.

Ketua Tim PKM UKIM, Drs. Marthin J. Maspaitella,M.Si mengatakan, pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas generasi muda dalam menyikapi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat.

“Generasi muda adalah pengguna aktif media sosial. Mereka perlu dibekali kemampuan literasi digital agar dapat bersikap kritis, bijak, dan bertanggung jawab terhadap informasi yang diterima maupun disebarkan,” ujar Marthin kepada media di sela kegiatan, Rabu 10/9/2026.

Dalam pelatihan, peserta diberikan pemahaman terkait ciri-ciri hoaks, teknik verifikasi informasi, etika bermedia digital, serta praktik produksi konten komunikasi digital yang kreatif, informatif, edukatif, dan positif.

Marthin menekankan, kemudahan akses informasi di era digital membawa dampak ganda. Di satu sisi mempermudah penyebaran informasi, di sisi lain memicu maraknya informasi palsu atau hoaks.

“Oleh karena itu, penting bagi generasi muda tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menjadi produsen konten digital yang bertanggung jawab. Media sosial harus dimanfaatkan sebagai sarana menyampaikan pesan positif dan mengangkat potensi daerah,” jelasnya.

Salah satu materi utama yang disampaikan adalah prinsip saring sebelum sharing peserta diingatkan untuk selalu memeriksa sumber dan kebenaran suatu informasi sebelum meneruskannya kepada orang lain.

“Budaya kritis ini penting untuk membangun ekosistem komunikasi digital yang sehat dan mencegah penyebaran hoaks di masyarakat,” tambah Marthin.

Tim PKM berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak berkelanjutan. Forum Anak Negeri Hatalai diharapkan menjadi wadah bagi generasi muda untuk terus mengasah kreativitas, kemampuan komunikasi, dan literasi digital.

“Kami berharap anak-anak di Hatalai dapat menjadi agen perubahan. Dengan bekal keterampilan ini, mereka bisa ikut menangkal penyebaran hoaks di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat, kata Marthin.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) UKIM dan Universitas Kristen Indonesia Maluku. Dukungan tersebut dinilai penting dalam kelancaran pelaksanaan kegiatan sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan.

Apresiasi juga disampaikan kepada Forum Anak Negeri Hatalai dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi.

Tim PKM yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari Drs. Marthin J. Maspaitella, M.Si selaku Ketua Tim, Drs. C. Sahanya, M.Si, Charles J. Tiweri, ST., MPSDA, Christa T. Salamena, dan Yan M. Pasalbessy sebagai anggota.

Dengan meningkatnya literasi digital dan keterampilan produksi konten, generasi muda Negeri Hatalai diharapkan mampu menjadi pelopor komunikasi digital yang sehat, kreatif, kritis, dan bertanggung jawab. JCS