PLN Genjot Pembangunan Jaringan Baru, Distrik Teluk Patipi Segera Nikmati Listrik 24 Jam

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 15 September 2025

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

PLN Genjot Pembangunan Jaringan Baru, Distrik Teluk Patipi Segera Nikmati Listrik 24 Jam

Fakfak, TribunNusantara.web.id | Sore itu, di Kencana Ice Cream Fakfak, Manajer PLN ULP Fakfak, Muhammad Rizal Ariyanto, tampak tenang meski ditodong dengan banyak pertanyaan. Dengan lugas, ia menjelaskan rencana besar PLN untuk membuka akses listrik di sejumlah kampung di Distrik Teluk Patipi.

“Dalam waktu dekat ini ada dua pekerjaan utama. Pertama, pembangunan jaringan dari Kampung Rakendak ke Kampung Tetar dengan jarak kurang lebih sembilan kilometer. Kedua, dari Kampung Puar ke Kampung Patipi Pasir sekitar delapan kilometer,” ujar Rizal.

Persiapan panjang sudah ditempuh PLN. Mulai dari urusan birokrasi, sosialisasi dengan warga, hingga proses lelang dan pengangkutan material.

Saat ini, material berupa tiang listrik setinggi 12 meter, kabel A3CS berdiameter 70 milimeter, serta perangkat pendukung seperti insulator dan FCO, tengah diangkut dari gudang PLN Sorong menuju Fakfak.

Menariknya, material tidak akan dibongkar di Kota Fakfak, melainkan langsung di Kampung Tetar.

“Supaya lebih dekat dengan lokasi pekerjaan. Rencananya, awal Oktober kami sudah mulai eksekusi,” kata Rizal.

Namun, pekerjaan ini tak bisa semata soal teknis. Rizal menekankan pentingnya memastikan persoalan sosial—mulai dari ganti rugi tanaman hingga pembebasan lahan—beres terlebih dahulu.

“Biasanya ini yang paling sering jadi kendala di lapangan. Makanya kami perlu kembali duduk bersama masyarakat,” ia menambahkan.

Dari 13 kampung di Teluk Patipi, kini tinggal empat yang belum menikmati listrik 24 jam: Kampung Patipi Pasir, Kampung Bisa, Kampung Sum, dan Patipi Pulau. Sementara sembilan kampung lain baru mendapat jatah listrik setengah hari.

“Harapannya, dengan koneksi baru ini, semuanya bisa terang benderang 24 jam,” ucap Rizal.

Tak hanya Teluk Patipi, PLN juga sedang membenahi keandalan listrik di Kota Fakfak. Material baru sudah tiba, dan survei titik tiang tengah berlangsung. PLN menggunakan dua jenis kabel, yakni medium voltage twisted cable berkapasitas 20 kV yang lebih aman meski tersentuh benda luar, serta kabel A3CS.

Di sisi lain, persoalan ganti rugi pohon kembali mencuat. Rizal mengaku PLN tidak memiliki anggaran khusus untuk itu, sehingga meminta dukungan pemerintah daerah.

“Waktu kunjungan kerja Bupati ke Patipi, kami sudah sampaikan. Harapan kami ada kolaborasi Pemda, mungkin lewat Dinas Lingkungan Hidup atau dinas lain,” jelasnya.

Proses survei sendiri masih menunggu tindak lanjut. Warga di 13 kampung telah mengirim surat pernyataan yang diteruskan ke Kepala Distrik Patipi, lalu dirangkum dalam berita acara untuk disampaikan kepada Bupati.

“Kalau sudah ditebang duluan sebelum survei, nanti kami kehilangan data. Jenis pohon, jumlah, dan nilai ganti ruginya tidak jelas,” tutur Rizal.

Langkah PLN ini tentu membawa harapan baru bagi warga Teluk Patipi. Dari hanya merasakan listrik 12 jam sehari, sebentar lagi kampung-kampung di ujung Fakfak itu bisa menikmati listrik tanpa henti.
 

Writter : Den