POLIMIK SUKSESI DIREKTUR POLITEKNIK PERIKANAN NEGERI TUAL
Oleh : Ir. Petrus Beruatwarin
Direktur I Politeknik Perikanan Negeri Tual
"Butuh Pemimpin Hebat dan Mumpuni"
(Be a Super Leader from Earth)
TribunNusantara.web.id | Opini - Perbedaan pendapat, bahkan perbedaan pilihan, adalah hal lumrah dalam setiap organisasi. Ia bagian dari dinamika sehat yang menandakan kehidupan akademik yang masih berpikir dan berdebat. Hal inilah yang kini terjadi dalam proses suksesi kepemimpinan di Politeknik Perikanan Negeri Tual, lembaga pendidikan vokasi yang menjadi kebanggaan masyarakat Maluku Tenggara.
Posisi Direktur Politeknik bukan sekadar jabatan administratif. Ia adalah posisi strategis, penuh tanggung jawab, dan menjadi simbol prestise akademik. Di tangan seorang direktur, arah dan masa depan lembaga ditentukan — ibarat sebuah kapal di tengah samudra yang menghadapi badai dan gelombang tak menentu.
Kapal itu tentu memiliki awak, penumpang, muatan, tujuan, dan rambu-rambu pelayaran. Dalam kondisi genting, hanya seorang nakhoda yang berintegritas, kompeten, dan berempati yang mampu mengarahkan kapal agar tetap di jalur, menjaga soliditas awak, serta memastikan seluruh penumpang tiba di tujuan dengan selamat.
Begitu pula Politeknik Perikanan Negeri Tual — lembaga ini membutuhkan pemimpin yang mampu membaca arah angin, menjalin hubungan baik dengan mitra strategis, serta menjaga harmoni di tengah dinamika yang ada.
Beruntung, proses suksesi kali ini difasilitasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, yang memastikan setiap tahap berjalan sesuai aturan serta menjauhkan institusi dari potensi perpecahan.
Pemimpin dengan Arah dan Empati
Pemimpin sejati bukan hanya sosok yang menarik simpati, tetapi juga memiliki empati; bukan hanya berbicara tentang visi, tetapi membumikan misi dengan kerja nyata. Karena itu, siapapun yang akan terpilih sebagai Direktur Politeknik Perikanan Negeri Tual ke depan, ia dituntut bukan sekadar memenuhi syarat formal sesuai peraturan perundang-undangan, melainkan juga harus memahami roh dan sejarah pendirian lembaga ini.
Setidaknya, calon pemimpin tersebut perlu menguasai dan memahami secara mendalam:
1. Ide dasar pendirian perguruan tinggi di Maluku Tenggara.
2. Sejarah pendirian Yayasan Perguruan Tinggi Larvul Ngabal.
3. Awal berdirinya Akademi Perikanan Larvul Ngabal (Akperlanga) di Tual.
4. Proses transformasi menjadi Politeknik Perikanan Negeri Tual.
5. Arah pengembangan Politeknik Perikanan Negeri Tual menuju 2045.
Dengan penguasaan tersebut, seorang direktur tidak hanya memimpin dengan instruksi, tetapi juga dengan pemahaman sejarah dan visi kebangsaan — mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan vokasi yang kuat, relevan, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat pesisir.
Ain Ni Ain: Bersatu untuk Marwah Lembaga
Di tengah dinamika ini, saya mengajak seluruh Civitas Akademika Politeknik Perikanan Negeri Tual untuk menyingkirkan perbedaan, menumbuhkan semangat persatuan, dan menjaga marwah lembaga. Dengan semangat ain ni ain, mari kita sukseskan proses suksesi Direktur Politeknik Perikanan Negeri Tual tahun 2025/2026 dalam suasana yang aman, damai, dan penuh kekeluargaan.
Sebab pada akhirnya, kepemimpinan bukan tentang siapa yang menang atau kalah, melainkan tentang siapa yang mampu menjaga dan memperjuangkan masa depan lembaga yang kita cintai bersama.








































Komentar via Facebook