POLRES MBD GERAK CEPAT TANGANI PENEMUAN JENAZAH DI PANTAI PILAM, DIDUGA KORBAN LAKA LAUT PERAIRAN PULAU DAI

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 04 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

POLRES MBD GERAK CEPAT TANGANI PENEMUAN JENAZAH DI PANTAI PILAM, DIDUGA KORBAN LAKA LAUT PERAIRAN PULAU DAI

Tiakur, TRIBUN NUSANTARA – web - id / Respons cepat kembali ditunjukkan jajaran Polres Maluku Barat Daya dalam menangani penemuan sesosok jenazah yang terdampar di bibir Pantai Dusun Pilam, Kecamatan Pulau Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya, Sabtu (4/7/2026). Jenazah tersebut diduga merupakan salah satu korban musibah kecelakaan laut di perairan Pulau Dai, Kecamatan Babar Barat, yang terjadi beberapa pekan lalu.

Penemuan jenazah itu sontak mengundang perhatian warga dan dengan cepat menjadi perbincangan di tengah masyarakat maupun di media sosial. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polres Maluku Barat Daya langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan secara cepat, profesional, dan sesuai standar operasional kepolisian.

Proses penanganan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dipimpin langsung oleh Kapolsek Moa Lakor AKP Marthin W. Patty bersama Kasat Polairud Polres Maluku Barat Daya IPDA Oktovianus Damaryanan. Turut terlibat personel Satreskrim, Satintelkam Polres MBD, serta personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Barat Daya yang bersinergi dalam proses evakuasi dan identifikasi awal.

Setibanya di lokasi, petugas segera mengamankan area penemuan jenazah guna menghindari gangguan terhadap proses penyelidikan. Tim kemudian melaksanakan olah TKP, mendokumentasikan kondisi di lapangan, mengumpulkan keterangan para saksi, serta melakukan identifikasi awal terhadap korban.

Dari hasil pemeriksaan sementara, jenazah ditemukan dalam posisi tengkurap di bibir pantai dengan sehelai baju berwarna merah berada di bagian bawah tubuh korban. Kondisi jenazah telah mengalami pembusukan lanjut akibat terlalu lama berada di laut. Kedua lengan dan kaki sudah tidak utuh, sementara sebagian besar tubuh korban telah berubah menjadi tulang belulang karena proses alamiah.

Di tengah proses penanganan tersebut, muncul dugaan dari pihak keluarga dan masyarakat yang mengaitkan penemuan jenazah dengan tragedi kecelakaan laut di perairan Pulau Dai, Kecamatan Babar Barat, pada Kamis, 11 Juni 2026. Dalam musibah tersebut, delapan orang dilaporkan meninggal dunia.

Informasi yang diperoleh dari keluarga di Desa Moain, Pulau Moa, maupun keluarga di Desa Sinairusi, Pulau Dai, menyebutkan bahwa jenazah diduga merupakan almarhum Asael Daniel (72), salah satu korban yang hingga kini belum ditemukan. Dugaan tersebut diperkuat dengan ciri-ciri korban yang sebelum musibah diketahui mengenakan baju berwarna merah serta memiliki tahi lalat di bagian punggung. Meski demikian, kepolisian menegaskan identitas korban masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan proses identifikasi resmi.

Usai olah TKP, aparat kepolisian bersama personel BPBD mengevakuasi jenazah menggunakan mobil jenazah menuju RSUD Tiakur guna menjalani pemeriksaan medis sebagai bagian dari proses identifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Kapolsek Moa Lakor AKP Marthin W. Patty mengatakan, pihaknya langsung bergerak ke lokasi sesaat setelah menerima laporan dari masyarakat.

"Kami bergerak cepat setelah menerima informasi dari warga. Langkah awal yang dilakukan adalah mengamankan lokasi, melaksanakan olah TKP, meminta keterangan para saksi, serta berkoordinasi dengan BPBD dan pihak rumah sakit agar proses evakuasi berjalan aman dan sesuai prosedur. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi mengenai identitas korban sebelum seluruh proses identifikasi selesai dilakukan," ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Maluku Barat Daya AKBP Budhi Suriawardhana, S.I.K., memberikan apresiasi kepada seluruh personel dan instansi yang terlibat dalam penanganan kejadian tersebut.

Menurut Kapolres, kecepatan respons, profesionalisme, serta sinergi lintas instansi menjadi wujud nyata komitmen Polres MBD dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Polsek Moa Lakor, Satpolairud, Satreskrim, Satintelkam, BPBD, tenaga kesehatan, serta masyarakat yang telah membantu proses penanganan di lapangan. Sinergi yang baik menjadi kunci dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," kata AKBP Budhi.

Kapolres menegaskan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan medis guna memastikan identitas korban secara resmi.

"Kami memahami adanya dugaan dari keluarga maupun masyarakat bahwa jenazah tersebut merupakan salah satu korban musibah kecelakaan laut di Perairan Pulau Dai. Namun demikian, kami tetap mengedepankan proses identifikasi sesuai prosedur agar informasi yang disampaikan kepada publik benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan," tegasnya.

Kapolres juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta tidak menyebarkan spekulasi melalui media sosial.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang, menghormati proses identifikasi yang sedang berlangsung, serta memberikan kepercayaan kepada aparat yang sedang bekerja. Mari bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap aman, tertib, dan kondusif, sembari mendoakan agar keluarga korban diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini," pungkas Kapolres.

Polres Maluku Barat Daya memastikan seluruh rangkaian penanganan kasus dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kepolisian juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait serta pihak keluarga agar proses identifikasi dan penanganan jenazah dapat berjalan dengan baik hingga tuntas.

Twitter :  Karel Moa