Polres Tual Gelar Doa Lintas Agama: Basudara Tarus Biking Bae, Tual Dijaga Damai

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 30 Agustus 2025

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Polres Tual Gelar Doa Lintas Agama: Basudara Tarus Biking Bae, Tual Dijaga Damai

Tual, TribunNusantara.web.id | Aula Jananuraga Polres Tual, Sabtu (30/8/2025), menjadi saksi kebersamaan lintas agama. Dengan mengusung tema “Basudara Tarus Biking Bae Maluku”, jajaran Polres Tual menggelar doa bersama yang mempertemukan aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, hingga komunitas ojek online.

Acara ini tidak sekadar seremoni. Ia menjelma sebagai komitmen kolektif untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kota Tual agar tetap teduh, jauh dari provokasi, serta kokoh dalam persaudaraan.

Hadir dalam doa lintas agama itu Penjabat Sekretaris Daerah Kota Tual, Ridwan Husaid Renwarin, S.E., M.Si., mewakili Wali Kota Tual. Dari jajaran kepolisian, Wakapolres Tual Kompol Roni Ferdy Manawan, S.Sos., mewakili Kapolres AKBP Adrian S.Y. Tuuk, S.I.K., M.H. Forkopimda, unsur TNI AL, para raja adat, tokoh masyarakat, organisasi keagamaan, dan pemuda, turut duduk bersila dalam kebersamaan.

Dalam sambutannya, Kompol Roni Ferdy Manawan menegaskan doa lintas agama bukan sekadar ritual spiritual, melainkan juga benteng persatuan.

“Kebersamaan adalah kunci. Jika sejak awal kita membangun sinergi antarumat beragama, tokoh masyarakat, dan aparat, maka Kota Tual akan tetap aman. Mari kita jadikan diri kita polisi untuk diri sendiri, menolak provokasi dan menjaga lingkungan sekitar,” ujar Manawan.

Ia menambahkan, doa bersama juga menjadi ungkapan syukur atas kondisi Tual yang tetap kondusif. “Kami ingin kegiatan ini menjadi wadah kebersamaan untuk membangun Kota Tual yang damai. Sebagaimana pesan Kapolda Maluku: Basudara tarus biking bae Maluku, Maluku terus biking bae,” katanya.

Sementara itu, Pj. Sekda Kota Tual, Ridwan Renwarin, menyampaikan pesan Wali Kota agar warga terus merawat persatuan. Ia menyinggung kericuhan di Jakarta yang menelan korban jiwa dari kalangan ojek online dan aparat, sebagai pengingat bahwa konflik tak pernah membawa manfaat.

“Mari kita rawat stabilitas yang sudah baik ini. Dengan sinergi aparat, tokoh masyarakat, dan seluruh warga, kita mampu mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” tutur Renwarin.

Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan, doa bersama, dan ditutup dengan foto bersama. Suasana khidmat berpadu dengan keakraban, menegaskan semangat persaudaraan yang kental di antara para peserta.

Melalui doa lintas agama ini, Polres Tual bersama Forkopimda dan elemen masyarakat meneguhkan tekad: menjaga Tual tetap menjadi kota yang aman, damai, dan rukun dalam semangat Basudara.

 

Writter : Bruce Elang