Polsek dan Koramil Karas Bergerak Cepat, Karhutla 1 Hektare di Malakuli Berhasil Dipadamkan

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 24 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Polsek dan Koramil Karas Bergerak Cepat, Karhutla 1 Hektare di Malakuli Berhasil Dipadamkan

Fakfak, TribunNusantara.web.id | Kobaran api sempat mengancam kawasan hutan di KM 08 Kampung Malakuli, Distrik Karas, Kabupaten Fakfak, Senin (24/8/2026). Di tengah kemarau panjang, cuaca panas, dan tiupan angin kencang, anggota Polsek Karas bersama Koramil Karas bergerak cepat menuju lokasi untuk memadamkan api.

Aksi pemadaman tidak mudah. Lokasi kebakaran yang cukup jauh dan akses jalan terbatas membuat petugas harus menggunakan mobil pikap milik warga dengan waktu tempuh sekitar satu jam.

Pengecekan titik api dimulai sekitar pukul 09.00 WIT. Setelah tiba di lokasi pada pukul 10.00 WIT, personel gabungan langsung membagi diri menjadi dua tim.

Dengan peralatan seadanya, petugas melakukan pemadaman secara manual. Mereka tidak hanya berupaya memukul mundur kobaran api, tetapi juga memotong dahan dan vegetasi kering yang berpotensi menjadi jalur rambatan api.

Sekitar satu setengah jam kemudian, tepat pukul 11.30 WIT, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar satu hektare.

Beruntung, titik kebakaran berada cukup jauh dari permukiman warga dan kawasan perkebunan. Namun, peristiwa tersebut menjadi peringatan serius terhadap tingginya ancaman kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Distrik Karas.

Kebakaran diduga dipicu oleh kombinasi kondisi alam dan aktivitas manusia. Kemarau panjang yang disebut telah berlangsung sekitar tiga bulan membuat vegetasi dan kawasan hutan menjadi sangat kering dan mudah terbakar.

Cuaca panas serta angin kencang juga memperbesar risiko api menjalar lebih cepat dan memunculkan titik-titik api baru dari bara yang terbawa angin.

Di sisi lain, perilaku membuang puntung rokok sembarangan maupun membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar tanpa pengawasan dinilai masih menjadi ancaman yang tidak bisa diabaikan.

Kondisi tersebut membuat potensi karhutla di Distrik Karas masih terbuka setiap hari selama musim kemarau belum berakhir.

Selain faktor cuaca, keterbatasan akses menuju lokasi kebakaran dan minimnya ketersediaan sumber air menjadi kendala tersendiri bagi petugas dalam melakukan pemadaman.

Karena itu, langkah pencegahan dinilai jauh lebih penting sebelum api kembali muncul di lokasi lain.

Pemerintah Kabupaten Fakfak bersama pemerintah distrik diharapkan segera meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat, memperkuat patroli di kawasan rawan, serta menyiapkan sarana pendukung untuk menghadapi ancaman kebakaran.

Pembentukan tim khusus penanggulangan karhutla juga dinilai perlu dipertimbangkan. Posisi Distrik Karas yang berbatasan dengan Distrik Bomberay, Distrik Fakfak Timur, hingga wilayah Kabupaten Kaimana membuat penanganan kebakaran membutuhkan koordinasi lintas wilayah dan lintas sektor.

Peristiwa di KM 08 Kampung Malakuli menjadi alarm di tengah musim kering.

Api memang telah berhasil dipadamkan. Namun ancaman belum benar-benar padam.

Selama hutan tetap kering, angin terus bertiup, dan kesadaran untuk mencegah api masih rendah, Distrik Karas masih harus bersiap menghadapi kemungkinan kobaran berikutnya.
 

Writter : ASAH | Editor : Den