Ponsel Almarhum Pratu Samuel Ebet Wuarlela Diduga Dipakai Pihak Lain Usai Meninggal, Chat Dihapus, Jaket Ditemukan Terbalik
Tanimbar, TribunNusantara.web.id | Keluarga Almarhum Pratu Samuel Ebet Wuarlela, prajurit yang bertugas pada satuan Yonarmed 4/Parahyangan Bandung dan melaksanakan tugas sebagai anggota Satgas Pamtas Parahyangan di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia, melaporkan sejumlah kejanggalan mencolok pasca jenazah ditemukan dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 04 lewat WITA. Temuan ini memicu dugaan kuat adanya upaya penghilangan jejak dan penutupan fakta terkait peristiwa yang menimpa prajurit tersebut.
Ada tiga hal janggal yang diungkap pihak keluarga, menyangkut barang milik almarhum dan kondisi jenazah. Pertama, telepon genggam milik Pratu Samuel diduga digunakan pihak lain setelah ia dinyatakan meninggal. Hal ini diketahui setelah sejumlah kerabat menerima balasan pesan dari nomor almarhum, padahal saat pesan dikirim, almarhum sudah tiada.
Kedua, riwayat percakapan di dalam ponsel tersebut banyak yang hilang. Keluarga menemukan sejumlah catatan obrolan antara almarhum dengan seorang rekan senior berinisial E telah dihapus secara sengaja dan sistematis. Ketiga, kondisi jaket yang dikenakan jenazah saat ditemukan dalam keadaan terbalik, bagian dalam berada di luar dan sebaliknya, hal yang dinilai tidak wajar jika dilakukan sendiri oleh korban.
Merespons rangkaian kejanggalan tersebut, keluarga menduga kuat adanya upaya terstruktur untuk menghilangkan barang bukti penting. Pihak keluarga pun meminta Denpom TNI dan Panglima TNI segera turun tangan langsung, membuka penyelidikan mendalam dan transparan, serta mengusut tuntas seluruh pihak yang terlibat.
Selain itu, keluarga meminta aparat penegak hukum militer melakukan uji forensik digital secara menyeluruh terhadap perangkat ponsel almarhum. Langkah ini bertujuan mengungkap siapa yang mengakses perangkat tersebut pasca kematian, serta memulihkan seluruh data percakapan yang diduga sengaja dihapus guna menutupi fakta, sebelum ponsel diserahkan kepada keluarga.
"Kami tidak meminta yang lain selain keadilan dan kebenaran yang nyata. Kasus ini harus diusut sampai tuntas. Jangan sampai ada bukti yang dihilangkan atau peristiwa yang ditutup-tutupi," ujar Honi Kawarnidi ibu Korban
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga masih menunggu respons dan langkah penyelidikan konkret dari pimpinan TNI serta Denpom terkait kasus prajurit yang bertugas di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia ini. JCS








































Komentar via Facebook