Prabowo: Ekonomi Mulai Menguat dari Akar Rumput, Kemiskinan dan Pengangguran Turun

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 14 Februari 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Prabowo: Ekonomi Mulai Menguat dari Akar Rumput, Kemiskinan dan Pengangguran Turun

Jakarta, TribunNusantara.web.id | Presiden Prabowo Subianto menyampaikan optimisme terhadap kondisi ekonomi nasional pada awal 2026. Dalam arahannya pada forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2), Presiden mengungkapkan bahwa laporan dari para gubernur dan bupati menunjukkan dampak nyata kebijakan pemerintah pusat di daerah.

Menurut Presiden, setelah lebih dari satu tahun pemerintahan berjalan, hasil kebijakan mulai terlihat secara riil di lapangan. Sejumlah kepala daerah melaporkan bahwa angka kemiskinan di berbagai wilayah menunjukkan tren penurunan. Tingkat pengangguran terbuka juga disebut mulai berkurang, seiring bertambahnya lapangan kerja.

Selain itu, Presiden menyoroti peningkatan jumlah tenaga kerja serta membaiknya rasio gini—indikator ketimpangan ekonomi—yang kini berada dalam tren menurun. Kondisi tersebut dinilai sebagai sinyal positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama di lapisan bawah.

Dari sisi dunia usaha, Presiden menyebut laporan dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang mencatat lonjakan konsumsi rumah tangga pada Januari 2026. Peningkatan daya beli ini disebut sebagai indikator penting yang menunjukkan pergerakan ekonomi domestik.

Salah satu faktor pendorong dinamika ekonomi di tingkat bawah, menurut Presiden, adalah implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut telah menjangkau lebih dari 60,2 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Dampaknya dirasakan langsung oleh pelaku usaha, terutama di desa dan kecamatan, melalui peningkatan aktivitas ekonomi dan perputaran uang di tingkat lokal.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga memberikan apresiasi kepada jajaran Kabinet Merah Putih yang disebutnya sebagai “putra-putri terbaik bangsa.” Ia menegaskan bahwa efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah, termasuk pemangkasan perjalanan dinas dan kegiatan seremonial, telah menghasilkan penghematan lebih dari Rp300 triliun.

Anggaran tersebut, kata Presiden, kini dialihkan ke program-program produktif yang menyentuh langsung masyarakat, seperti pembangunan desa nelayan dan penguatan koperasi desa.

Menutup arahannya, Presiden menekankan pentingnya transparansi, tata kelola pemerintahan yang baik, serta penegakan hukum untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang mulai menunjukkan arah positif dari bawah.
 

(Evav)