Prof. Abdul Mu’ti Tekankan Pentingnya Kesejahteraan Spiritual dan Material dalam Dunia Pendidikan

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 23 Oktober 2025

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Prof. Abdul Mu’ti Tekankan Pentingnya Kesejahteraan Spiritual dan Material dalam Dunia Pendidikan

Langgur, TribunNusantara.web.id | Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., menegaskan bahwa kesejahteraan sejati dalam dunia pendidikan tidak hanya diukur dari kemapanan ekonomi, tetapi juga dari kebahagiaan batin dan keseimbangan spiritual. Pesan itu ia sampaikan saat berkunjung ke Kabupaten Maluku Tenggara, Kamis, 23 Oktober 2025.

Dalam sambutannya di Aula Kantor Bupati Maluku Tenggara, Prof. Mu’ti menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Muhamad Thaher Hanubun serta jajaran pemerintah daerah atas sambutan hangat yang diberikan.

“Tadi Pak Bupati sangat antusias mempromosikan keindahan wisata Maluku Tenggara. Saya ingin membuktikan langsung, karena dari foto saja belum cukup,” ujarnya yang disambut tawa para undangan.

Guru besar Muhammadiyah itu kemudian menguraikan pandangan filosofis tentang kesejahteraan. Menurutnya, banyak negara di dunia berhasil mencapai kemajuan ekonomi, namun di sisi lain menghadapi kekosongan spiritual dan krisis kebahagiaan.

“Muhammadiyah memandang kesejahteraan manusia harus utuh — tidak hanya material, tetapi juga spiritual. Kita ingin membentuk manusia yang seimbang antara keduanya,” ujarnya.

Ia mengaitkan pandangan tersebut dengan doa yang sering diucapkan umat Islam, “Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah”, yang menurutnya menggambarkan cita-cita harmoni antara kebahagiaan dunia dan akhirat.

“Itulah makna pendidikan yang sejati — membentuk manusia yang cerdas pikirannya dan damai jiwanya,” kata Mu’ti.

Dalam kesempatan itu, Prof. Mu’ti juga menyinggung tantangan besar yang dihadapi generasi muda, khususnya generasi Z.

Ia menyebut, di tengah kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi, banyak anak muda mengalami krisis mental dan spiritual yang justru tidak dapat diselesaikan hanya dengan pendekatan ekonomi.

“Penelitian menunjukkan, generasi Z bukan hanya berhadapan dengan kesulitan ekonomi, tetapi juga persoalan mental, kejiwaan, dan spiritualitas. Ini tantangan besar bagi dunia pendidikan kita,” tegasnya.

Ia berharap dunia pendidikan Indonesia mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan arah moral dan nilai-nilai kemanusiaan.

“Kemajuan teknologi harus dibarengi dengan kematangan spiritual. Karena kecerdasan tanpa kebajikan hanya akan melahirkan kegelisahan,” pungkasnya.

Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun, Wakil Bupati Charlos Viali Rahantoknam, jajaran Forkopimda, serta pengurus Muhammadiyah dan Aisyiyah setempat.