Program Apprentice Hospitality IPN–PTFI Luluskan 11 Pemuda Papua, Siap Kerja di Industri Pariwisata
Program Apprentice Hospitality IPN–PTFI Luluskan 11 Pemuda Papua, Siap Kerja di Industri Pariwisata
TIMIKA, Tribunnusantara-web.id Institute Pertambangan Nemangkawi (IPN) yang berada di bawah PT Freeport Indonesia (PTFI) resmi menamatkan 11 peserta Program Apprentice Hospitality angkatan pertama. Prosesi kelulusan digelar di Aula IPN, Timika, Senin (27/4/2026).
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara PT Nemangkawi dan LPK PUMS Timika, yang bertujuan meningkatkan kompetensi masyarakat adat Kamoro di bidang pariwisata dan perhotelan.
Kepala LPK PUMS Timika, Chef Janus Haruman, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja lokal di industri hospitality, sekaligus membuka peluang kerja bagi putra daerah agar mampu bersaing.
Pelatihan berlangsung selama tiga bulan, terdiri dari satu bulan pembelajaran teori dan praktik, serta dua bulan On-the-Job Training (OJT). Materi yang diberikan mencakup berbagai aspek penting seperti pelayanan (service), pengolahan makanan (kitchen), keamanan pangan, housekeeping, hingga penerapan keselamatan kerja (K3) dan kebersihan diri.
Head of Pangansari Institute Jakarta, Moh Darwis, menyampaikan bahwa dari total 35 peserta yang akan dilatih secara bertahap, sebanyak 11 peserta dari batch pertama telah dinyatakan lulus. Seluruh lulusan tersebut langsung diserap bekerja oleh PT Pangansari Utama.
Selain mendapatkan pengalaman kerja, para peserta juga memperoleh sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi yang diakui secara nasional hingga tingkat ASEAN. Sertifikasi ini diharapkan dapat memperluas peluang kerja lulusan, termasuk di tingkat regional Asia Tenggara.
Penyelenggara menilai para lulusan memiliki kompetensi yang baik, disiplin tinggi, serta semangat belajar yang kuat. Dari 15 peserta yang mengikuti seleksi akhir, 11 dinyatakan lulus, sementara peserta lainnya akan digantikan pada pelatihan berikutnya.
Program ini akan terus berlanjut dengan pembukaan Batch II pada 28 April dengan 15 peserta, disusul Batch III sebanyak 10 peserta. Ke depan, LPK PUMS juga berencana membuka pelatihan baru di bidang barista dan bartender untuk memperluas peluang kerja di sektor hospitality.
Melalui program ini, diharapkan tercipta model pemberdayaan berkelanjutan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat sekaligus memenuhi kebutuhan tenaga kerja di industri pariwisata di Timika.
"JF"








































Komentar via Facebook