Proyek Bangunan di Maluku Tenggara Berujung Maut, Dua Pekerja Meninggal.

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 24 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Proyek Bangunan di Maluku Tenggara Berujung Maut, Dua Pekerja Meninggal.

Proyek Bangunan di Maluku Tenggara Berujung Maut, Dua Pekerja Meninggal.

Langgur Tribunnusantara-web.id – Kecelakaan kerja terjadi di salah satu proyek pembangunan bangunan yang berlokasi di Ohoi Watdek, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIT. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua pekerja meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka berat setelah tertimpa reruntuhan tembok bangunan.

Bangunan yang mengalami insiden diketahui merupakan proyek pembangunan gerai Alfa Midi yang masih dalam tahap konstruksi.

Korban meninggal dunia masing-masing adalah Topik Hidayat (29) dan Muhamad Yhudi (23). Keduanya merupakan pekerja bangunan asal Desa Bandaraharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Sementara itu, Henro (33), yang bertugas sebagai mandor proyek, mengalami luka berat pada bagian kepala, tangan kanan, siku, dan pergelangan tangan. Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur.

Polisi Selidiki Penyebab Runtuhnya Tembok

Berdasarkan keterangan awal salah seorang pekerja di lokasi, insiden terjadi saat para pekerja sedang melakukan aktivitas pembangunan. Saat itu, tembok bangunan tiba-tiba roboh dan menimpa para pekerja yang berada di sekitar lokasi.

Saksi menyebut sebelum kejadian sempat terjadi angin kencang. Namun, informasi tersebut masih merupakan keterangan awal dan belum dapat disimpulkan sebagai penyebab utama runtuhnya bangunan.

Seluruh korban segera dievakuasi ke RSUD Karel Sadsuitubun Langgur untuk mendapatkan penanganan medis. Namun dua korban dinyatakan meninggal dunia, sedangkan satu korban lainnya masih menjalani perawatan.

Aparat Lakukan Investigasi

Hingga berita ini diterbitkan, Polres Maluku Tenggara, personel Kodim 1503/Tual, serta instansi terkait masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan sejumlah saksi.

Penyelidikan dilakukan untuk memastikan penyebab pasti robohnya tembok, termasuk menelusuri aspek teknis konstruksi, kondisi cuaca saat kejadian, serta penerapan standar keselamatan kerja di lokasi proyek.

Hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar bagi aparat dalam menentukan ada atau tidaknya unsur kelalaian maupun pelanggaran terhadap ketentuan keselamatan kerja.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada setiap proyek konstruksi guna meminimalkan risiko kecelakaan kerja.

Editor: Bruce Elang