Proyek SPAM Timika Mandek 14 Tahun, Anggaran Membengkak Hingga Rp1,1 Triliun, Publik Desak Pengusutan
Proyek SPAM Timika Mandek 14 Tahun, Anggaran Membengkak Hingga Rp1,1 Triliun, Publik Desak Pengusutan
MIMIKA, Tribunnusantara-web.id Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Timika kembali menjadi sorotan publik setelah mengalami keterlambatan selama kurang lebih 14 tahun tanpa hasil yang signifikan bagi masyarakat.
Selain mandeknya progres, proyek ini juga ditandai dengan lonjakan anggaran yang drastis. Dari nilai awal sekitar Rp374 miliar, meningkat menjadi lebih dari Rp510 miliar pada tahun 2022, dan kini mencapai sekitar Rp1,1 triliun. Namun ironisnya, masyarakat Mimika hingga saat ini masih belum mendapatkan akses air bersih yang layak dan merata.
Proyek SPAM Timika diketahui merupakan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Mimika dan PT Freeport Indonesia (PTFI). Dalam skema tersebut, PTFI bertanggung jawab atas pembangunan fasilitas pengolahan air, sementara pembangunan jaringan distribusi pipa menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar terkait efektivitas pelaksanaan proyek, koordinasi antar pihak, serta transparansi penggunaan anggaran yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Sudah terlalu lama masyarakat menunggu. Anggaran terus naik, tetapi hasilnya tidak dirasakan. Ini bukan lagi sekadar keterlambatan, tetapi patut diduga ada masalah serius dalam pelaksanaan proyek,” ujar perwakilan publik Mimika.
Masyarakat kini mendesak aparat penegak hukum untuk turun tangan melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap proyek tersebut, termasuk kemungkinan adanya penyimpangan dalam pengelolaan anggaran.
Di sisi lain, Tim Panitia Khusus (Pansus) Air DPRD Mimika juga didesak untuk segera mengambil langkah cepat, tegas, dan transparan dalam menindaklanjuti persoalan ini.
Publik Mimika menyatakan siap memberikan data dan informasi yang dibutuhkan guna mendukung proses pengusutan, serta memastikan proyek strategis ini tidak terus menjadi beban tanpa manfaat bagi masyarakat.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar. Jika proyek sebesar ini gagal memberikan manfaat, maka harus ada pihak yang bertanggung jawab,” tegas pernyataan tersebut.
"Elang"








































Komentar via Facebook