PSN Prabowo Sudah Jalan,Kini Kepala Daerah Diuji Jadi Motor Pembangunan atau Sekedar Jadi Penikmat Anggaran
"PSN Prabowo Sudah Jalan,Kini Kepala Daerah Diuji Jadi Motor Pembangunan atau Sekedar Jadi Penikmat Anggaran
JAKARTA Tribunnusantara-web.id – Wakil Bendahara Umum DPP Patria PMKRI periode 2025–2030, Petrus Emanuel Temorubun, S.IP, menegaskan bahwa keberhasilan Program Strategis Nasional (PSN) pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah pusat, tetapi sangat bergantung pada keseriusan kepala daerah dalam mengawal implementasi program hingga ke tingkat desa.
Menurut Petrus, berbagai program prioritas yang telah dirancang pemerintah pusat berpotensi kehilangan daya dorong apabila gubernur, bupati, dan wali kota tidak mampu bertindak sebagai motor penggerak pembangunan di daerah masing-masing.
"Presiden sudah membaca persoalan mendasar bangsa ini dan menyiapkan berbagai solusi melalui Program Strategis Nasional. Sekarang yang dibutuhkan adalah keseriusan kepala daerah. Jangan sampai pemerintah pusat bekerja keras, sementara daerah hanya menjadi penonton," kata Petrus, Selasa (10/6/2026).
Ia menilai Indonesia saat ini sedang memasuki fase penting pembangunan nasional, di mana berbagai program pemerintah diarahkan untuk menyentuh masyarakat hingga ke tingkat desa.
Empat Program Prioritas Mulai Menunjukkan Hasil
Petrus menjelaskan sedikitnya empat program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo telah menunjukkan perkembangan positif, yakni Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Sekolah Rakyat, dan Kampung Nelayan Merah Putih.
Menurutnya, keempat program tersebut dirancang untuk memperkuat fondasi ekonomi rakyat, memperluas akses pendidikan, membuka lapangan kerja, serta mempercepat pemerataan pembangunan.
"Desa adalah ujung tombak pembangunan nasional. Kalau desa kuat, ekonomi rakyat tumbuh, produktivitas meningkat, maka daerah dan negara juga akan semakin kuat," ujarnya.
Jangan Biarkan PSN Terhambat karena Persoalan Daerah
Sebagai putra daerah yang berasal dari keluarga petani, Petrus mengaku memahami berbagai tantangan pembangunan, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Ia menyoroti masih adanya daerah yang belum maksimal menyiapkan lahan bagi pembangunan Sekolah Rakyat, kawasan pertanian, Kampung Nelayan Merah Putih, maupun program pemberdayaan lainnya.
"Jangan sampai program yang telah dirancang dengan baik oleh Presiden terhambat hanya karena persoalan klasik seperti lahan atau lemahnya kesiapan teknis di daerah. Kepala daerah harus hadir sebagai fasilitator, bukan sekadar administrator," tegasnya.
BUMD Harus Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Daerah
Petrus juga mendorong agar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) diperkuat sebagai bagian dari rantai pasok dan hilirisasi program-program strategis nasional.
Menurutnya, BUMD dapat menjadi jembatan antara hasil produksi masyarakat dengan kebutuhan pasar sehingga manfaat ekonomi dari PSN dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.
Ia optimistis, apabila seluruh kepala daerah serius mengawal pelaksanaan PSN, maka persoalan pengangguran, kemiskinan, dan ketimpangan pembangunan dapat ditekan secara signifikan.
"Saya mengajak pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, tokoh masyarakat, dan generasi muda untuk mendukung penuh seluruh program pembangunan Presiden Prabowo. Jika dijalankan secara konsisten hingga ke desa-desa, saya yakin ekonomi nasional akan semakin kuat, lapangan kerja terbuka lebih luas, dan kesejahteraan rakyat dari Sabang sampai Merauke dapat terwujud," pungkas Petrus. :::
editor : Bruce Elang








































Komentar via Facebook