PTMSI Kota Tual Gelar Rapat Perdana, Bidik Pembinaan Talenta dari Pelajar hingga Atlet Senior
PTMSI Kota Tual Gelar Rapat Perdana, Bidik Pembinaan Talenta dari Pelajar hingga Atlet Senior
TUAL Tribunnusantara-web.id — Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Tual menggelar rapat perdana bersama jajaran pengurus di Sekretariat PTMSI Kota Tual. Pertemuan tersebut dipimpin langsung Ketua Umum PTMSI Maluku, Hong Arta John Alfred, didampingi Ketua Harian PTMSI Maluku, Dr. Musriadin Labahawa.Tual 01/9/26
Rapat perdana ini menjadi langkah awal untuk memperkuat pembinaan dan meningkatkan kualitas olahraga tenis meja di Kota Tual. Selain membahas program organisasi, pertemuan juga menyoroti pentingnya pencarian dan pembinaan bibit-bibit atlet sejak usia dini.
Ketua PTMSI Kota Tual, Noval Karim Alkatiri, menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum, Ketua Harian, serta seluruh jajaran pengurus PTMSI Maluku dan PTMSI Kota Tual atas dukungan dan perhatian terhadap perkembangan tenis meja di Kota Tual.
Menurut Alkatiri, pembinaan atlet harus dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SLTA), hingga kategori umum.
“Kita akan mencari dan membina bibit-bibit tenis meja mulai dari SD, SMP, SLTA, bahkan kategori umum. Ini menjadi bagian dari komitmen kita untuk meningkatkan mutu dan kualitas tenis meja di Kota Tual,” ujarnya.
Alkatiri juga menegaskan komitmen PTMSI Kota Tual untuk menjadikan olahraga tenis meja sebagai salah satu bagian dari rangkaian kegiatan olahraga dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Tual setiap 17 Juli.
Ia memastikan PTMSI Kota Tual akan berupaya menggelar pertandingan tenis meja kategori umum dalam setiap momentum HUT Kota Tual sebagai ajang kompetisi sekaligus wadah mempererat silaturahmi antarpemain.
Sementara itu, Ketua Umum PTMSI Maluku, Hong Arta John Alfred, memberikan masukan agar pembinaan dan pertandingan tenis meja di Kota Tual tidak hanya berfokus pada kelompok usia muda, tetapi juga memberikan ruang bagi para pemain senior.
Menurutnya, potensi pemain tenis meja di Kota Tual cukup besar. Karena itu, diperlukan pembagian kategori usia agar pertandingan dapat berlangsung lebih kompetitif sekaligus memberikan kesempatan yang adil bagi setiap kelompok umur.
“Kalau bisa, ada juga perlombaan khusus untuk orang tua atau pemain senior. Di Kota Tual banyak pemain tenis meja, dari usia belasan hingga 30-an tahun, sementara usia 40 hingga 60-an tahun juga cukup banyak. Mereka perlu diberikan ruang untuk bertanding sesuai kelompok usianya,” jelas Hong.
Masukan tersebut mendapat respons positif dari Ketua PTMSI Kota Tual dan jajaran pengurus. Mereka menilai pembagian kategori berdasarkan usia dapat menjadi bagian penting dalam membangun sistem pembinaan tenis meja yang lebih terarah.
Rapat perdana ini sekaligus menjadi momentum untuk menyatukan visi antara PTMSI Maluku dan PTMSI Kota Tual dalam membangun olahraga tenis meja yang lebih maju, kompetitif, dan berkelanjutan.
Dengan dukungan seluruh pengurus, PTMSI Kota Tual berkomitmen menjadikan tenis meja bukan sekadar olahraga rekreasi, tetapi juga sebagai ruang untuk menemukan, membina, dan melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu mengharumkan nama Kota Tual dan Maluku di berbagai ajang kompetisi.
Editor: Bruce Elang








































Komentar via Facebook