PTMSI Malra Optimistis Open Turnamen Bupati Cup Jadi Wadah Pembinaan Atlet Muda Menuju POPMAL 2027

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 08 Oktober 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

PTMSI Malra Optimistis Open Turnamen Bupati Cup Jadi Wadah Pembinaan Atlet Muda Menuju POPMAL 2027

PTMSI Malra Optimistis Open Turnamen Bupati Cup Jadi Wadah Pembinaan Atlet Muda Menuju POPMAL 2027

LANGGUR Tribunnusantara-web.id — Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Maluku Tenggara optimistis Open Turnamen Tenis Meja Bupati Cup yang dijadwalkan berlangsung pada 21–23 Oktober 2026 dapat menjadi momentum penting dalam membangun pembinaan dan regenerasi atlet tenis meja di daerah.

Ketua PTMSI Kabupaten Maluku Tenggara, B. Fadly. Rejaan, mengatakan turnamen tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk mengejar kemenangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menemukan, mengembangkan, dan mempersiapkan bibit-bibit atlet potensial sejak usia dini. Langgur 8/10/26

   “Kami tetap optimistis. Turnamen ini bukan hanya soal siapa yang menang dan siapa yang kalah, tetapi bagaimana kita memberikan ruang kepada anak-anak dan generasi muda untuk berkompetisi, mengasah kemampuan, membangun mental bertanding, serta menunjukkan potensi terbaiknya,” ujar Fadly.

Menurutnya, keterlibatan peserta dari jenjang SD, SMP, SMA hingga kategori umum dan ganda executive menjadi peluang penting bagi PTMSI untuk melakukan pemantauan terhadap potensi atlet secara lebih luas.

Fadly menegaskan, pembinaan atlet tidak dapat dilakukan secara instan. Karena itu, PTMSI Maluku Tenggara berkomitmen membangun proses pembinaan yang terarah, berjenjang dan berkelanjutan, sehingga para atlet muda yang memiliki potensi dapat dipersiapkan menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.

Langkah Awal Menuju POPMAL 2027

Open Turnamen Bupati Cup juga dipandang sebagai salah satu langkah awal dalam mempersiapkan atlet Maluku Tenggara menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Maluku (POPMAL) 2027.

Fadly menyampaikan bahwa PTMSI ingin menjadikan turnamen tersebut sebagai momentum untuk melihat sejauh mana perkembangan kemampuan atlet, sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pembinaan selanjutnya.

   “POPMAL 2027 harus kita persiapkan dari sekarang. Tidak mungkin atlet baru dibentuk ketika kejuaraan sudah dekat. Kita harus mulai dari pembibitan, kompetisi, evaluasi, pembinaan dan peningkatan kualitas secara berkelanjutan,” jelasnya.

Pandangan tersebut sejalan dengan kebijakan nasional di bidang keolahragaan. UU Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan menempatkan pembinaan dan pengembangan olahraga prestasi sebagai proses yang diarahkan untuk mencapai prestasi di tingkat daerah, nasional maupun internasional. Undang-undang tersebut juga menegaskan peran induk organisasi cabang olahraga dalam pembinaan olahraga prestasi.

Bahkan, Pasal 22 UU tersebut menekankan pembinaan olahraga prestasi melalui kompetisi yang berjenjang dan berkelanjutan, dengan melibatkan olahragawan muda potensial sebagai bagian dari proses regenerasi atlet.

PTMSI Ingin Bangun Tradisi Prestasi

Fadly mengatakan, sebagai Ketua PTMSI Kabupaten Maluku Tenggara, dirinya ingin menjadikan periode kepengurusannya sebagai momentum untuk memperkuat fondasi pembinaan tenis meja di daerah.

Ia menyadari bahwa membangun prestasi olahraga membutuhkan kerja bersama antara atlet, pelatih, pengurus organisasi, pemerintah daerah, sekolah, orang tua, masyarakat serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap olahraga.

   “Ini merupakan langkah awal bagi kami. Kami ingin PTMSI Maluku Tenggara bukan hanya aktif menyelenggarakan pertandingan, tetapi benar-benar mampu melahirkan atlet-atlet yang dapat membawa nama baik daerah,” katanya.

Ia berharap dari kompetisi tersebut akan muncul pemain-pemain muda yang nantinya dapat menjadi bagian dari kekuatan Maluku Tenggara dalam berbagai ajang olahraga, termasuk POPMAL.

Sportivitas dan Prestasi Jadi Semangat Utama

Selain mengejar prestasi, Fadly menekankan pentingnya menjadikan tenis meja sebagai sarana membentuk karakter generasi muda.

Menurutnya, olahraga mengajarkan kedisiplinan, kerja keras, sportivitas, tanggung jawab, keberanian menerima kekalahan dan kerendahan hati ketika meraih kemenangan.

Hal tersebut juga sejalan dengan arah kebijakan pembinaan olahraga prestasi yang saat ini diperkuat melalui Permenpora Nomor 8 Tahun 2026 tentang Pembinaan dan Pengembangan Olahraga Prestasi, yang mengatur antara lain pembinaan olahragawan muda, manajemen induk organisasi cabang olahraga, tenaga keolahragaan, sarana-prasarana, serta penyelenggaraan kejuaraan olahraga prestasi.

Dengan demikian, Open Turnamen Tenis Meja Bupati Cup Kabupaten Maluku Tenggara diharapkan tidak berhenti sebagai agenda pertandingan semata, tetapi menjadi bagian dari ekosistem pembinaan olahraga yang mampu menghasilkan atlet-atlet muda berprestasi.

Fadly juga mengajak seluruh peserta untuk bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas dan menjaga nama baik olahraga.

   “Kita ingin dari meja tenis ini lahir generasi Maluku Tenggara yang sehat, disiplin, berprestasi dan mampu mengharumkan nama daerah. Mari kita jadikan turnamen ini sebagai awal membangun tradisi prestasi tenis meja Maluku Tenggara,” pungkasnya.

Editor: Bruce Elang