PUTING BELIUNG HANTAM OHOI WAER, TIGA RUMAH RUSAK — BUPATI MALRA TURUN TANGAN, WARGA DIMINTA BERSABAR

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 13 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

PUTING BELIUNG HANTAM OHOI WAER, TIGA RUMAH RUSAK — BUPATI MALRA TURUN TANGAN, WARGA DIMINTA BERSABAR

PUTING BELIUNG HANTAM OHOI WAER, TIGA RUMAH RUSAK — BUPATI MALRA TURUN TANGAN, WARGA DIMINTA BERSABAR

Langgur Tribunnusantara-web.id Bencana angin puting beliung menerjang Ohoi Waer, Kecamatan Kei Besar Utara Barat, Kabupaten Maluku Tenggara, Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIT. Terjangan angin kencang yang melanda kawasan Pulau Kei Besar itu mengakibatkan tiga rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda-beda.

Data yang dihimpun di lokasi menyebutkan, rumah milik Stepanus Tajanan mengalami kerusakan berat. Sementara rumah Kristian Lasibjanan mengalami kerusakan pada bagian bumbungan dan kamar mandi, sedangkan rumah Korneles Buce Tayanan rusak pada bagian dapur serta kamar mandi.

Kepala Ohoi Waer, Stepanus Tajanan, mengatakan pihaknya langsung melaporkan musibah tersebut secara berjenjang kepada pemerintah kecamatan hingga ke Bupati Maluku Tenggara.

“Kami sudah melaporkan bencana yang kami alami. Respon cepat Bapak Bupati luar biasa,” ujar Tajanan melalui sambungan telepon, Rabu (13/5/2026).

Menurutnya, begitu menerima laporan, Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun langsung menginstruksikan dinas terkait untuk bergerak cepat ke lokasi guna melakukan pendataan dan penanganan awal bagi warga terdampak.

“Bupati sudah instruksikan dinas terkait turun ke lapangan untuk pendataan lengkap dan penanganan awal,” katanya.

Staf Khusus Bupati Maluku Tenggara, Luther Chaky Rahajaan, juga membenarkan bahwa dirinya telah menerima arahan langsung dari Bupati untuk segera berkoordinasi dengan instansi teknis terkait penanganan bencana di Ohoi Waer.

Meski demikian, Chaky meminta masyarakat tetap bersabar karena proses bantuan dan penanganan harus mengikuti mekanisme pemerintah serta menyesuaikan kondisi keuangan daerah yang saat ini terdampak kebijakan efisiensi anggaran nasional.

“Pak Bupati sudah instruksikan penanganan. Namun masyarakat juga perlu memahami bahwa ada mekanisme yang harus dijalankan, apalagi kondisi keuangan daerah saat ini ikut terdampak efisiensi nasional,” tegas Chaky Rahajaan.

(*****)