Puting Beliung Terjang Makassar Jelang Sahur, Atap SMPN 55 Terangkat dan Rumah Warga Rusak
Makassar, TribunNusantara.web.id | Angin puting beliung menerjang kawasan sekitar UPT SPF SMP Negeri 55 Makassar pada Kamis dini hari, 5 Maret 2026, sekitar sepuluh menit menjelang pukul 04.00 WITA. Hembusan angin yang datang tiba-tiba itu merusak sejumlah rumah warga dan bangunan sekolah di sekitarnya.
Atap beberapa ruang kelas di SMP Negeri 55 Makassar dilaporkan terangkat bahkan terbalik akibat terpaan angin kencang. Rangka baja ringan dan lembaran seng beterbangan lalu berserakan di halaman sekolah dan area sekitar.
Satu pohon berukuran besar di halaman sekolah juga tumbang. Batang dan rantingnya menimpa sebagian area halaman, menambah dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh pusaran angin tersebut.
Kerusakan tidak hanya terjadi pada fasilitas sekolah. Sejumlah rumah warga di sekitar lokasi turut terdampak, terutama pada bagian atap. Beberapa lembar seng dilaporkan terlepas dan beterbangan, sementara sebagian plafon rumah warga mengalami kerusakan.
Warga yang sedang bersiap menyantap sahur sempat panik ketika angin datang dengan suara gemuruh. Mereka berhamburan keluar rumah untuk menghindari kemungkinan tertimpa material bangunan.
Serang Daeng Lili, salah satu warga yang tinggal di sekitar sekolah, mengatakan peristiwa itu berlangsung sangat singkat namun cukup mengejutkan.
“Sekitar jam empat kurang kami kaget dengar suara gemuruh angin. Waktu itu kami sedang bersiap sahur. Anginnya datang dari arah selatan dan langsung menghantam rumah-rumah di depan, dekat sekolah. Kami semua langsung keluar rumah bersama tetangga,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Menurut dia, pusaran angin hanya berlangsung beberapa menit, tetapi cukup kuat hingga mengangkat atap bangunan dan merobohkan pohon di halaman sekolah.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun aktivitas belajar mengajar di SMP Negeri 55 Makassar terpaksa terganggu. Beberapa ruang kelas dinilai belum aman digunakan sebelum proses perbaikan dilakukan.
Kerugian akibat kejadian ini diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Kerusakan meliputi atap ruang kelas, rangka plafon, serta biaya pembersihan material bangunan dan evakuasi pohon tumbang.
Pihak sekolah bersama warga setempat kini menunggu pendataan dari instansi terkait. Mereka berharap perbaikan dapat segera dilakukan agar kegiatan belajar mengajar serta aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.








































Komentar via Facebook