PUTRI MALUKU BUKA JALAN PRODI SOSIOLOGI AGAMA STTIMAS SAUMLAKI
PUTRI MALUKU BUKA JALAN PRODI SOSIOLOGI AGAMA STTIMAS SAUMLAKI
TANIMBAR Tribunnusantara-web.id — Kiprah putri Maluku di tingkat nasional kembali mendapat apresiasi. Dr. Welmina Yudittiwery, S.Si., M.Hum., yang menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Pendidikan Tinggi pada Ditjen Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI, disebut memberikan dukungan nyata terhadap pengembangan pendidikan tinggi keagamaan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.10/08/2026
Dukungan tersebut diwujudkan melalui keterlibatan dalam membantu proses pengurusan Program Studi Sosiologi Agama di Sekolah Tinggi Teologi Injili Mahkota Sion (STTIMAS) Saumlaki.
Bagi STTIMAS, dukungan dari pejabat pusat tersebut dinilai bukan sekadar persoalan administrasi. Lebih dari itu, langkah tersebut dipandang sebagai bentuk perhatian terhadap penguatan pendidikan tinggi keagamaan di daerah, khususnya wilayah kepulauan dan kawasan 3T.
Apresiasi disampaikan Pdt. Yusak Weriratan, S.Th., M.A., M.Pd.K., selaku pendiri Yayasan STTIMAS Saumlaki.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Ibu Dr. Welmina Yudittiwery. Dukungan beliau sangat berarti dalam mempercepat proses Prodi Sosiologi Agama STTIMAS. Ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas dan daya saing lembaga kami ke depan.”»
Menurut pihak STTIMAS, kehadiran Program Studi Sosiologi Agama memiliki arti strategis bagi Tanimbar. Program tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat dalam menghadapi dinamika sosial, budaya, kehidupan keagamaan, serta pelayanan gereja di wilayah Kepulauan Tanimbar.
Bukan Sekadar Jabatan, Tetapi Pengabdian untuk Daerah
Nama Dr. Welmina juga mendapat sorotan positif karena posisinya di tingkat nasional dinilai menjadi jembatan penting bagi kepentingan pengembangan pendidikan di daerah asal.
Sebagai putri Maluku yang dipercaya mengemban tugas di lingkungan Kementerian Agama RI, kiprahnya dinilai menunjukkan bahwa anak daerah memiliki kapasitas untuk berkontribusi dalam mendorong kemajuan daerah, termasuk dari pusat pemerintahan.
“Kami bangga. Ibu Welmina membuktikan bahwa orang Maluku mampu memberikan kontribusi besar bagi kemajuan pendidikan di tanah kelahiran. Kami titip doa, kiranya Tuhan Yesus terus menyertai, memberkati, dan memakai Ibu menjadi berkat bagi banyak orang,” ujar Weriratan.
STTIMAS Saumlaki kini menargetkan Prodi Sosiologi Agama tidak berhenti pada proses pembukaan program studi. Tantangan berikutnya adalah memastikan program tersebut memiliki kualitas akademik, tenaga pengajar yang mumpuni, serta mampu menghasilkan lulusan yang berintegritas dan memiliki kepekaan sosial.
Bagi STTIMAS, keberadaan prodi tersebut harus benar-benar memberi dampak bagi gereja dan masyarakat Tanimbar.
“Ke depan, kami ingin Prodi Sosiologi Agama bukan hanya sekadar ada, tetapi benar-benar berkualitas dan memberikan dampak nyata bagi gereja dan masyarakat Tanimbar,” tegasnya.
Dukungan dari tingkat pusat menjadi momentum bagi STTIMAS Saumlaki untuk membuktikan bahwa pendidikan tinggi di daerah kepulauan juga mampu berkembang, bersaing, dan melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas.
Penulis: JCS
Editor: Bruce Elang








































Komentar via Facebook