PWI SBT Gandeng Tokoh Masyarakat Salurkan 5.500 Liter Air Bersih untuk Warga Bula
PWI SBT Gandeng Tokoh Masyarakat Salurkan 5.500 Liter Air Bersih untuk Warga Bula
BULA, SERAM BAGIAN TIMUR Tribunnusantara-web.id — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, bersama tokoh masyarakat Bula, Aswan Lahmadi, mengambil bagian dalam membantu warga yang terdampak kekeringan dan keterbatasan air bersih di sejumlah kawasan permukiman di Kota Bula.
Kegiatan sosial berupa penyaluran air bersih tersebut dimulai sejak Jumat, 18 September 2026, dan direncanakan berlangsung selama kondisi musim kemarau masih berdampak terhadap ketersediaan air masyarakat.
Hingga Minggu, 20 September 2026, sedikitnya 5.500 liter air bersih telah disalurkan ke sejumlah lokasi yang membutuhkan di wilayah Bula.
Ketua PWI Kabupaten SBT, M. Yasin Kelderak, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian insan pers terhadap kondisi sosial masyarakat, khususnya warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Menurutnya, keputusan PWI SBT ikut terlibat dalam aksi kemanusiaan tersebut berangkat dari keluhan masyarakat yang ditemui secara langsung di sejumlah kompleks permukiman.
“Kami mendengar dan melihat langsung keluhan masyarakat mengenai keterbatasan air bersih. Karena itu, PWI SBT berupaya mengambil bagian sesuai kemampuan untuk membantu masyarakat,” ujar Yasin.
Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Daerah SBT, instansi vertikal, maupun pihak swasta yang sebelumnya telah menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat.
Namun, melihat kebutuhan air yang terus berlangsung setiap hari, bantuan tersebut dinilai masih perlu diperkuat melalui koordinasi dan keterlibatan lebih banyak pihak.
Pasalnya, air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari minum, memasak, mandi, mencuci hingga menjaga kebersihan lingkungan.
PWI SBT berharap penyaluran bantuan air bersih tersebut tidak hanya menjadi kegiatan sosial sesaat, tetapi juga dapat mendorong semakin banyak elemen masyarakat, dunia usaha, organisasi sosial dan lembaga lainnya untuk bersama-sama membantu warga selama masa kekeringan.
Dorong Koordinasi Penyaluran Bantuan
Di sisi lain, kondisi kekurangan air bersih di sejumlah kawasan Bula membutuhkan penanganan yang terkoordinasi agar bantuan dapat menjangkau masyarakat secara merata.
PWI SBT menilai pemetaan wilayah terdampak dan pendataan kebutuhan masyarakat menjadi penting agar distribusi air dapat dilakukan berdasarkan tingkat kebutuhan dan kondisi lapangan.
Langkah tersebut juga dapat menghindari terjadinya tumpang tindih distribusi di satu wilayah, sementara kawasan lain yang mengalami kesulitan air belum mendapatkan bantuan.
Karena itu, sinergi antara Pemkab SBT, pemerintah kecamatan dan desa/kelurahan, instansi terkait, dunia usaha, organisasi masyarakat, media, serta relawan dinilai penting dalam menghadapi kondisi kekeringan.
Sejalan dengan Amanat Konstitusi
Upaya membantu masyarakat memperoleh air bersih juga sejalan dengan prinsip pemenuhan kebutuhan dasar warga negara.
Pasal 28H ayat (1) UUD 1945 menjamin hak setiap orang untuk memperoleh lingkungan hidup yang baik dan sehat serta pelayanan kesehatan.
Selain itu, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air menegaskan bahwa negara menjamin hak rakyat atas air untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari dan memberikan perlindungan terhadap pemenuhan kebutuhan tersebut.
Dalam konteks pelayanan publik, Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik juga menempatkan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sebagai bagian penting dari penyelenggaraan pelayanan publik.
Sementara itu, pemerintah daerah memiliki kewenangan dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan yang berkaitan dengan pelayanan dasar masyarakat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dengan demikian, persoalan krisis air bersih bukan hanya persoalan sosial, tetapi juga membutuhkan respons pelayanan publik yang terencana, terukur, transparan, dan berkelanjutan.
PWI SBT berharap kondisi kekeringan di Bula segera teratasi. Sambil menunggu kondisi kembali normal, seluruh pihak diharapkan dapat memperkuat kepedulian dan memastikan masyarakat yang membutuhkan memperoleh akses air bersih secara adil.
“Semoga langkah kecil ini dapat membantu masyarakat sekaligus menjadi ajakan bagi semua pihak untuk bersama-sama hadir membantu warga yang sedang menghadapi kesulitan air bersih,” tutup Yasin Kelderak.
Editor: Bruce Elang








































Komentar via Facebook