Rasyid Desak OPD Bergerak, Skor Pangan Malra Melonjak
Rasyid Desak OPD Bergerak, Skor Pangan Malra Melonjak
Malra Tribunnusantara-web.id – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Maluku Tenggara, Rasyid, melontarkan peringatan keras kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tidak lagi bekerja secara parsial dalam urusan keamanan pangan. Seluruh OPD diminta bergerak cepat, memperkuat koordinasi, dan menuntaskan seluruh indikator penilaian agar capaian daerah tidak kembali tertinggal.
Pernyataan itu disampaikan Rasyid saat memimpin rapat Tim Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan (TKP POM) di Kantor Bupati Maluku Tenggara, Rabu (8/7/2026).
Rasyid menegaskan, keamanan pangan bukan sekadar kewajiban Badan POM atau Dinas Kesehatan, melainkan tanggung jawab bersama seluruh perangkat daerah. Menurutnya, lemahnya koordinasi akan berdampak langsung pada kualitas pengawasan terhadap obat dan makanan yang beredar di masyarakat.
"Seluruh OPD harus bergerak. Jangan ada yang hanya menjadi penonton. Semua indikator harus dipenuhi karena hasilnya akan menentukan kualitas pelayanan pemerintah kepada masyarakat," tegasnya.
Ia menjelaskan, TKP POM memiliki peran penting dalam mengawasi peredaran obat dan makanan, mencegah beredarnya produk ilegal maupun berbahaya, memberikan pembinaan kepada pelaku usaha, hingga mempercepat proses perizinan bagi pelaku UMKM agar mampu menghasilkan produk yang aman dan memenuhi standar.
Rasyid mengungkapkan, hasil evaluasi Balai POM Ambon yang dirilis pada 3 Juli 2026 menunjukkan adanya lonjakan signifikan pada skor keamanan pangan Kabupaten Maluku Tenggara. Dari sebelumnya hanya 18,9 persen, kini meningkat menjadi 57,32 persen.
Meski mengalami kenaikan yang cukup drastis, Rasyid mengingatkan bahwa capaian tersebut belum boleh membuat seluruh perangkat daerah berpuas diri. Penginputan data dan pemenuhan indikator masih berlangsung hingga akhir Juli sehingga dibutuhkan kerja nyata dari seluruh OPD.
"Ini bukan saatnya berbangga. Target kita belum selesai. Saya minta seluruh OPD menyelesaikan seluruh data dan tindak lanjut secara maksimal agar capaian Maluku Tenggara terus meningkat," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa data yang akurat akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan pengawasan obat dan makanan, sekaligus memperkuat perlindungan masyarakat dari produk yang tidak memenuhi standar keamanan.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara berharap sinergi lintas sektor yang semakin kuat mampu mendorong lahirnya sistem pengawasan pangan yang lebih efektif, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta menjadikan Maluku Tenggara sebagai daerah yang lebih sehat dan aman.
Editor: Bruce Elang








































Komentar via Facebook