Ratusan Warga Kokas Datangi DPRK, Tagih Bukti Pembangunan Jalan Kayuni-Kokas

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 21 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Ratusan Warga Kokas Datangi DPRK, Tagih Bukti Pembangunan Jalan Kayuni-Kokas

Fakfak, Tribunnusantara.web.id | Sekitar seratus warga yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Masyarakat Kokas mendatangi DPRK Fakfak, Jumat (21/8/2026). Mereka datang dengan satu tuntutan utama: kepastian pembangunan Jalan Kayuni-Kokas.

Aksi berlangsung damai. Namun, pesan yang dibawa massa cukup keras. Jalan yang selama ini menjadi akses penting masyarakat Kokas itu disebut sudah tidak layak dilalui dan membutuhkan penanganan segera.

Massa menilai aspirasi pembangunan ruas Kayuni-Kokas bukan persoalan baru. Usulan tersebut, kata mereka, telah berulang kali muncul dalam Musrenbang, mulai tingkat distrik hingga kabupaten. Namun, masyarakat merasa realisasinya tak kunjung terlihat.

“Kami hanya meminta hak yang sama dalam pembangunan. Jangan sampai harus menunggu korban jiwa,” tegas salah seorang orator.

Koordinator aksi dan sejumlah perwakilan masyarakat mendesak agar pekerjaan Jalan Kayuni-Kokas dimulai pada tahun anggaran 2026. Mereka mengingatkan, jalan tersebut merupakan urat nadi yang menghubungkan masyarakat Kokas dengan pusat Kabupaten Fakfak.

Menanggapi tuntutan itu, DPRK Fakfak menjelaskan bahwa ruas Kayuni-Kokas berada dalam kewenangan Pemerintah Provinsi Papua Barat. Namun, DPRK memastikan persoalan tersebut telah diperjuangkan melalui berbagai jalur, mulai dari koordinasi dengan pemerintah provinsi hingga audiensi ke Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR.

Menurut penjelasan anggota DPRK, pembangunan Jalan Kayuni-Kokas telah masuk dalam program dan direncanakan dikerjakan secara bertahap. Tahap awal ditargetkan mulai setelah perubahan anggaran 2026, kemudian dilanjutkan hingga tuntas pada 2027.

Aksi pun berakhir damai.

Namun, bagi masyarakat Kokas, perjuangan belum selesai. Mereka kini tidak hanya menunggu hasil rapat dan janji pembangunan.

Mereka menunggu alat berat turun ke jalan.
 

Writter : ASAH | Editor : Den