Reses di SP 7, Dessy Putrika Desak Pemkab Mimika Prioritaskan Air Bersih, Jalan Tani, Koperasi, dan Pemberdayaan Perempuan
Reses di SP 7, Dessy Putrika Desak Pemkab Mimika Prioritaskan Air Bersih, Jalan Tani, Koperasi, dan Pemberdayaan Perempuan
MIMIKA, Papua Tengah Tribunnusantara-web.id – Anggota DPRK Mimika Daerah Pemilihan (Dapil) VI sekaligus Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Mimika, Dessy Putrika, SE, menegaskan bahwa pembangunan di Kampung SP 7 harus dimulai dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Hal itu disampaikannya saat menggelar reses dan menyerap aspirasi warga yang mengeluhkan persoalan air bersih, jalan tani, pemasaran hasil pertanian, hingga pemberdayaan ekonomi perempuan.16/07/2026
Menurut Dessy, persoalan paling mendesak yang harus segera ditangani pemerintah adalah ketersediaan air bersih. Hingga kini, warga masih mengalami kesulitan memperoleh air layak konsumsi sehingga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.
"Air bersih adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda. Pemerintah harus segera menghadirkan solusi yang berkelanjutan agar masyarakat tidak terus hidup dalam keterbatasan," tegas Dessy.
Selain kebutuhan air bersih, masyarakat juga meminta perhatian terhadap sektor pertanian. Warga menyampaikan bahwa jaringan irigasi masih berfungsi, namun membutuhkan rehabilitasi dan pemeliharaan agar mampu mengairi sekitar 20 hektare lahan persawahan serta kawasan hortikultura yang menjadi sumber penghasilan masyarakat.
Dalam dialog bersama petani, Bernard Murid, pemilik kebun kopi seluas kurang lebih 16 hektare, mengungkapkan kondisi jalan tani yang rusak menjadi hambatan utama distribusi hasil panen. Kerusakan akses tersebut membuat biaya angkut meningkat dan memperlambat pemasaran hasil pertanian.
Menanggapi hal itu, Dessy menilai pembangunan jalan tani merupakan investasi strategis bagi peningkatan ekonomi masyarakat.
"Jalan tani yang baik akan mempercepat distribusi hasil panen, menekan biaya transportasi, dan meningkatkan pendapatan petani. Infrastruktur seperti ini harus menjadi prioritas pembangunan," ujarnya.
Tidak hanya persoalan akses jalan, petani juga mengeluhkan lemahnya sistem pemasaran hasil pertanian. Selama ini mereka harus menempuh perjalanan sekitar satu jam menuju pasar, sehingga biaya operasional semakin tinggi dan keuntungan petani terus berkurang.
Sebagai solusi, Dessy mendorong Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Koperasi untuk mengaktifkan kembali Koperasi Unit Desa (KUD) di SP 7 yang telah vakum hampir satu dekade.
Menurutnya, koperasi dapat menjadi pusat penampungan hasil panen, memperkuat posisi tawar petani, sekaligus memperpendek rantai distribusi sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat.
"KUD harus dihidupkan kembali. Kehadiran koperasi akan menjadi solusi nyata bagi pemasaran hasil pertanian dan memperkuat ekonomi masyarakat desa," katanya.
Aspirasi lainnya datang dari kelompok perempuan yang menginginkan pelatihan keterampilan menjahit sebagai upaya meningkatkan pendapatan keluarga.
Dessy menyatakan dukungan penuh terhadap usulan tersebut. Ia menjelaskan bahwa di SP 7 telah tersedia warga yang memiliki kemampuan menjahit dan siap menjadi instruktur. Pemerintah hanya perlu memberikan dukungan berupa mesin jahit, kain, gunting, perlengkapan kerja, hingga bantuan modal awal agar pelatihan dapat segera dilaksanakan.
Ia juga berkomitmen membantu membuka akses pemasaran hasil produksi kelompok perempuan agar usaha yang dibangun mampu berkembang secara berkelanjutan.
"Pemberdayaan perempuan adalah investasi bagi masa depan keluarga. Ketika ibu-ibu memiliki keterampilan dan penghasilan sendiri, maka ekonomi rumah tangga akan semakin kuat dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat," ungkapnya.
Dessy berharap seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, mulai dari Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pertanian, Dinas Koperasi, Dinas Pemberdayaan Perempuan, hingga instansi teknis lainnya dapat bersinergi merealisasikan berbagai aspirasi masyarakat SP 7.
Menutup kegiatan reses, ia menegaskan akan terus mengawal seluruh aspirasi tersebut hingga masuk dalam program pembangunan pemerintah daerah.
"Masyarakat SP 7 tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya menginginkan air bersih, jalan tani yang layak, koperasi yang kembali aktif, pasar yang mampu menyerap hasil panen, serta pelatihan keterampilan bagi perempuan. Jika kebutuhan dasar ini dipenuhi, ekonomi desa akan tumbuh dan kesejahteraan masyarakat akan meningkat. Aspirasi ini akan terus saya perjuangkan hingga benar-benar diwujudkan," tutup Dessy Putrika, SE.
Penulis: Gunawan F
Editor: Bruce Elang








































Komentar via Facebook