Retret PWI 2026: Menjaga Demokrasi di Tengah Perang Informasi

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 29 Januari 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Retret PWI 2026: Menjaga Demokrasi di Tengah Perang Informasi

Bogor, Kabarsulsel-Indonesia.com | Di tengah derasnya arus disinformasi dan polarisasi publik, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bersama Kementerian Pertahanan mengambil langkah yang tak lazim namun strategis: menggelar retret bagi insan pers.

Retret PWI Tahun 2026 resmi dibuka di Pusat Kompetensi Bela Negara, Desa Cibodas, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis, 29 Januari 2026.

Pembukaan retret berlangsung dalam sebuah upacara resmi yang dipimpin Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pertahanan Kementerian Pertahanan RI, Mayor Jenderal TNI Ketut Gede Wetan Pastia. Ia didampingi Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir dan Sekretaris Jenderal PWI Pusat Zulmansyah Sekedang.

Mengusung tema “Memperkuat Pers yang Profesional, Berintegritas, dan Berwawasan Kebangsaan untuk Ketahanan Informasi, Demokrasi, dan Keamanan Nasional,” retret ini menjadi ruang pertemuan antara nilai-nilai jurnalistik dan kesadaran kebangsaan. Sebanyak 160 peserta dari PWI Pusat dan PWI Daerah seluruh Indonesia mengikuti kegiatan yang berlangsung selama empat hari, dari 29 Januari hingga 1 Februari 2026.

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menegaskan bahwa retret ini bukan sekadar pelatihan teknis jurnalistik. Ia dirancang sebagai ruang refleksi kolektif bagi wartawan Indonesia untuk membaca ulang peran pers di tengah lanskap informasi global yang kian kompleks.

“Retret ini adalah ikhtiar PWI membentuk wartawan yang tidak hanya unggul secara profesional dan taat etik, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan yang kokoh. Tantangan kita hari ini bukan hanya soal kecepatan informasi, tetapi juga kebenaran, integritas, dan tanggung jawab sosial pers,” kata Munir.

Dalam sambutan Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, yang dibacakan oleh Kepala BPSDM Pertahanan Kemhan, ditegaskan bahwa pengelolaan informasi dan pembentukan persepsi publik merupakan bagian tak terpisahkan dari ketahanan nasional.

“Pers menempati posisi strategis sebagai mitra negara dalam memperkuat persatuan dan keutuhan bangsa. Namun, peran tersebut harus dijalankan dengan tetap menjunjung tinggi prinsip independensi dan kebebasan pers sebagaimana dijamin oleh konstitusi,” ujar Menhan.

Usai upacara pembukaan, seluruh peserta menerima penyematan tanda peserta sebagai simbol dimulainya rangkaian retret.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi Building Learning Commitment (BLC) serta pengantar Nilai Dasar Bela Negara, yang menjadi fondasi awal sebelum memasuki materi-materi lanjutan selama retret berlangsung.

Pembukaan Retret PWI 2026 turut dihadiri Kepala Pusat Kompetensi Bela Negara BPSDM Pertahanan Kemhan Brigjen TNI Ferry Trisnaputra, para pejabat Eselon II di lingkungan BPSDM Pertahanan Kemhan, serta jajaran pengurus PWI Pusat.

Di tengah dunia yang kian gaduh oleh informasi yang saling bersilang, retret ini menjadi penanda: pers Indonesia sedang diajak berhenti sejenak, merenung, dan meneguhkan kembali posisinya—sebagai penjaga akal sehat publik dan pilar demokrasi.