Rotasi 54 Perwira, Polri Kocok Ulang Komando hingga Daerah

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 28 Februari 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Rotasi 54 Perwira, Polri Kocok Ulang Komando hingga Daerah

Jakarta, TribunNusantara.web.id | Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali mengocok barisan. Melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/440/II/KEP./2026 tertanggal 27 Februari 2026, sebanyak 54 perwira tinggi dan perwira menengah dimutasi. Pergeseran ini mencakup promosi, rotasi setara, evaluasi jabatan, hingga purna tugas.

Kepala Divisi Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, menegaskan mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi.

“Mutasi dan rotasi jabatan di lingkungan Polri adalah hal yang wajar sebagai bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, serta untuk meningkatkan kinerja dan profesionalisme anggota dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Dari total 54 personel, tiga di antaranya masuk kategori evaluasi atau demosi. Sebanyak 44 perwira memperoleh promosi maupun pergeseran setara (flat), sedangkan tujuh lainnya memasuki masa pensiun.

Evaluasi Jabatan

Pada kategori evaluasi, tiga pejabat bergeser dari posisi strategisnya. Komisaris Besar Edy Setyanto Erning Wibowo yang sebelumnya menjabat Kapolresta Sleman Polda DIY, dimutasikan ke Divkum Polri. Posisi Kapolresta Sleman kini diisi Komisaris Besar Adhitya Panji Anom, yang sebelumnya bertugas sebagai Akreditor Propam Kepolisian Madya TK III Divpropam Polri.

Di wilayah Nusa Tenggara Barat, AKBP Didik Putra Kuncoro yang sebelumnya menjabat Kapolres Bima Kota dimutasi sebagai Pamen Yanma Polri. Jabatan Kapolres Bima Kota kini dipercayakan kepada AKBP Mubiarto Banu Kristanto, sebelumnya Kasat PJR Ditlantas Polda NTB.

Sementara itu di Jambi, AKBP Natalena Eko Cahyono yang sebelumnya menjabat Kapolres Bungo dimutasi menjadi Pamen Polda Jambi. Tongkat komando Polres Bungo beralih kepada AKBP Zamri Elfino, yang sebelumnya menjabat Kasubdit 3 Ditreskrimsus Polda Jambi.

Promosi dan Penguatan Mabes

Pada level Mabes Polri, dua perwira tinggi mendapat penugasan strategis. Brigadir Jenderal Totok Suharyanto dipercaya sebagai Kakortastipidkor Polri, sedangkan Brigadir Jenderal Ruddi Setiawan menjabat Kapuslitbang Polri. Penunjukan ini memperlihatkan penekanan Polri pada penguatan penindakan tindak pidana korupsi dan pengembangan riset kelembagaan.

Di tingkat kewilayahan, Brigadir Jenderal Yusuf ditunjuk sebagai Wakapolda Kalimantan Utara. Sementara itu, posisi Kapolrestabes Semarang Polda Jawa Tengah kini dijabat Komisaris Besar Heri Wahyudi.

Secara keseluruhan, mutasi kali ini mencakup tujuh personel pada level Irjen Pol (IB), 19 personel Brigjen Pol (IIA) dalam promosi dan pergeseran setara, 11 personel Kombes Pol (IIB1 dan IIB2), serta dua personel pada jabatan Kapolres IIIA2/AKBP.

Strategi Adaptif

Menurut Johnny, seluruh proses mutasi dilakukan secara objektif dan berdasarkan kebutuhan organisasi. Ia menyebut langkah ini sebagai bagian dari strategi manajemen sumber daya manusia Polri agar tetap adaptif terhadap tantangan.

“Langkah ini merupakan bagian dari strategi manajemen sumber daya manusia Polri untuk memastikan organisasi tetap adaptif, solid, dan responsif terhadap tantangan tugas ke depan,” katanya.

Rotasi di tubuh Polri bukan sekadar pergantian nama di papan jabatan. Ia menjadi penanda arah kebijakan, sekaligus cermin dinamika internal yang terus bergerak. Di tengah tuntutan publik atas transparansi dan profesionalisme, pergantian 54 perwira ini akan diuji bukan pada seremoni pelantikan, melainkan pada kinerja yang terukur dan kepercayaan yang kembali ditegakkan.
 

(Rilis/Evav)