Rotasi Perwira di Polres Malra: Pergantian Sunyi di Pagi Hari yang Sarat Makna

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 23 April 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Rotasi Perwira di Polres Malra: Pergantian Sunyi di Pagi Hari yang Sarat Makna

Langgur, TribunNusanatara.web.id | Pagi itu, Kamis, 23 April 2026, langit di atas Lapangan Apel Mako Polres Maluku Tenggara tampak bersih. Tepat pukul 08.00 WIT, barisan berseragam cokelat berdiri tegak, menyaksikan sebuah ritus yang tak pernah kehilangan makna: serah terima jabatan. Sebuah peristiwa yang tampak administratif, namun sesungguhnya menyimpan denyut perubahan dalam tubuh institusi.

Upacara berlangsung khidmat. Tidak ada riuh, hanya komando yang terukur dan langkah yang teratur. Di tengah lapangan, tongkat estafet kepemimpinan berpindah tangan simbol dari tanggung jawab yang tak ringan.

Jabatan Wakapolres Maluku Tenggara resmi beralih dari Kompol Jufri Jawa kepada Kompol Noovy Edward Agustinus Sapulette. Pergantian ini menjadi titik penting dalam struktur komando, mengingat posisi wakapolres adalah poros penopang kebijakan operasional di lapangan.

Pada saat yang sama, sejumlah posisi strategis lain turut mengalami pergeseran. AKP Andarias Rande Salu menyerahkan jabatan Ps. Kabagren kepada AKP Daniel Sahumena, yang sebelumnya mengemban tugas sebagai Ps. Kasatresnarkoba. Kursi Kasatresnarkoba kini diisi oleh IPTU Cornelius Baly, menandai peralihan tanggung jawab dalam penanganan kejahatan narkotika yang kian kompleks.

Sementara itu, jabatan Kasatsamapta berpindah dari AKP Patrisius Reyaan kepada IPTU Agustinus Dominggus Metanfanuan. Patrisius sendiri kini dipercaya mengemban tugas sebagai Ps. Kabaglog sebuah posisi yang tak kalah vital dalam menopang logistik operasional kepolisian.

Di sisi lain, jabatan Ps. Kasatreskrim dipercayakan kepada IPTU Zaenal, S.H., yang akan menghadapi tantangan penegakan hukum di wilayah yang terus berkembang dinamika sosialnya.

Tak ada pidato panjang. Tak ada selebrasi berlebihan. Yang ada hanyalah kesadaran bahwa setiap jabatan adalah amanah yang sementara, dan setiap peralihan adalah keniscayaan dalam menjaga ritme organisasi.

Upacara berakhir pada pukul 08.45 WIT. Situasi tetap kondusif aman, tertib, dan terkendali. Namun di balik ketenangan itu, ada harapan yang diam-diam disematkan: bahwa para pejabat baru mampu membaca tantangan zaman, menjaga integritas, dan merawat kepercayaan publik.

Di Maluku Tenggara, pagi itu bukan sekadar pergantian jabatan. Ia adalah pengingat bahwa institusi hidup dari regenerasi dan dari mereka yang bersedia memikul beban di pundaknya, meski tanpa sorotan.

 

Writter : Evav | Editor : Den