Rotasi Pimpinan Nasdem Maluku: Proses Panjang Atas Pertimbangan Kesehatan, Ditetapkan Agar Organisasi Tetap Solid

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 06 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Rotasi Pimpinan Nasdem Maluku: Proses Panjang Atas Pertimbangan Kesehatan, Ditetapkan Agar Organisasi Tetap Solid

Ambon,Tribun-nusantara.web.id. Pergantian pucuk pimpinan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Provinsi Maluku resmi diumumkan dalam rapat khusus yang digelar di sekretariat partai, Jalan Melati, Rabu (6/5/2026). Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur kepengurusan, termasuk Ketua DPD Nasdem Kota Tual sekaligus Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Fauzan Rahawarin, Wakil Ketua DPW, Abubakar Marasabessy, serta para kader dan pengurus lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Abubakar Marasabessy membacakan Surat Keputusan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) terkait rotasi jabatan. Fauzan kemudian menjelaskan bahwa kebijakan ini tidak diambil secara sepihak, melainkan melalui proses panjang yang mempertimbangkan kondisi kesehatan Ketua DPW sebelumnya, Hamdani Laturua. Selama kurang lebih enam bulan terakhir, kondisi kesehatan beliau dinilai tidak memungkinkan untuk menjalankan tugas organisasi secara maksimal.

“Prosesnya tidak instan. Bahkan saya bersama Ketua DPD Nasdem Kota Ambon, Maurits Tamaela, dua kali berkunjung menemui Kak Hamdani di Bitung, Sulawesi Utara. Selain memastikan kondisi beliau, kami juga menyampaikan arahan dari pusat dan menerima masukan serta amanah pribadi yang sudah kami sampaikan kembali ke DPP,” ungkap Fauzan.

Meski sudah mempertimbangkan berbagai masukan tersebut, DPP akhirnya memutuskan rotasi sebagai langkah terbaik. Hal ini dilakukan agar struktur organisasi tetap terisi dan tidak ada kekosongan yang bisa menghambat jalannya program kerja. Sesuai aturan, saat ini berlangsung masa transisi selama 30 hari ke depan.

“Nasdem adalah partai yang berjalan dengan prinsip satu komando. Meski ada pertimbangan dari berbagai pihak, DPP melihat rotasi ini perlu dilakukan agar roda organisasi tetap berjalan sebagaimana mestinya,” jelasnya.

Fauzan juga menegaskan bahwa kehadiran media dalam acara ini adalah atas permintaan langsung Ketua DPW yang baru, Abdullah Vanath. Beliau menginginkan pengumuman ini dilakukan melalui jalur resmi organisasi, bukan disebarluaskan secara pribadi melalui media sosial atau platform digital lainnya.

“Beliau ingin agar informasi ini terlebih dahulu diketahui dan dipahami oleh seluruh kader dalam forum resmi seperti ini, baru kemudian disampaikan ke publik. Ini sesuai dengan tata aturan organisasi: dari DPP ke DPW, lalu DPW yang menyosialisasikannya kepada masyarakat luas,” tegasnya.

Ia berharap pergantian ini tidak menimbulkan perpecahan atau polemik di internal partai. Sebaliknya, momentum ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan baru, di mana kepemimpinan mendatang mampu meneruskan program-program positif yang sudah ada sekaligus menghadirkan terobosan yang lebih baik.

Di akhir pertemuan, Fauzan meminta seluruh peserta untuk menandatangani daftar hadir. Dokumen tersebut nantinya akan disimpan sebagai arsip penting dan bukti sejarah bahwa proses transisi kepemimpinan ini berjalan secara demokratis, transparan, dan terstruktur.

“Ini adalah bagian dari sejarah perjalanan kita. Harapan saya, kepemimpinan baru membawa angin segar dan semangat baru bagi seluruh kader di seluruh Maluku. Mari kita tetap konsisten di jalan restorasi dan terus berjuang membesarkan Partai Nasdem,” pungkasnya.

(H.R)