Rp25 Juta per Unit, Rumah Pengasaran Pala Disulap Lebih Layak
Fakfak, Tribunnusantara.web.id | Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan terus menunjukkan kepeduliannya terhadap petani pala.
Tahun ini, program pemeliharaan rumah pengasaran pala kembali direalisasikan dengan anggaran Rp25 juta per unit.
Plt Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, menegaskan rumah pengasaran pala adalah salah satu fasilitas vital yang menentukan mutu biji pala sebelum masuk pasar.
“Kalau pengeringannya baik, harga jual bisa lebih tinggi. Itulah kenapa pemerintah hadir menjaga fasilitas ini, terutama untuk petani kecil,” ujarnya.
Tercatat ada delapan rumah pengasaran yang mendapat sentuhan perbaikan tahun ini.
Masing-masing dua unit di Kampung Tanama (milik Kalsum Rengen dan Arsad Bauw), dua unit di Kampung Kiat (Mahmud dan Rajab Hombahomba), serta empat unit di Kampung Tetar (Elsina Hindom, Laban Hindom, Lasarus Kabes, dan Yordanus Muri).
Perbaikan difokuskan pada bagian yang rusak, seperti atap bocor, dinding retak, lantai lapuk, hingga ventilasi udara yang kurang baik. Dengan kondisi lebih layak, rumah pengasaran diharapkan mampu menjaga kualitas pala tetap kering merata dan tidak lembab.
Menurut Widhi, program ini merupakan bagian dari aksi strategis Pala Unggul dalam visi besar “Fakfak Membara”.
Tujuannya jelas: meningkatkan mutu pala, memperkuat daya saing, dan menjamin usaha tani pala tetap berkelanjutan.
“Mutu pala Fakfak adalah kebanggaan. Dengan pengeringan yang baik, kita bisa jaga kualitas agar tetap jadi komoditas unggulan, bahkan bersaing di pasar internasional,” tegasnya.
Bagi masyarakat yang ingin mengajukan bantuan serupa, Dinas Perkebunan sudah menyiapkan prosedur resmi. Tim teknis akan turun langsung melakukan verifikasi agar bantuan tepat sasaran dan benar-benar menjawab kebutuhan petani.
Program sederhana tapi berdampak besar ini disambut hangat para petani. Harapannya, setiap rumah pengasaran yang diperbaiki akan menghasilkan pala kering berkualitas seragam, harga jual lebih tinggi, serta mengurangi kerugian akibat pascapanen.
Writter : DR_27








































Komentar via Facebook