Saatnya Anak Negeri Ambil Alih!” — Empat Putra Terbaik Amungme-Kamoro Siap Rebut Kursi 01 KNPI Mimika 2026–2031

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 14 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Saatnya Anak Negeri Ambil Alih!” — Empat Putra Terbaik Amungme-Kamoro Siap Rebut Kursi 01 KNPI Mimika 2026–2031

“Saatnya Anak Negeri Ambil Alih!” — Empat Putra Terbaik Amungme-Kamoro Siap Rebut Kursi 01 KNPI Mimika 2026–2031

MIMIKA, Tribunnusantara-web.id Aroma pertarungan menuju kursi Ketua KNPI Kabupaten Mimika periode 2026–2031 mulai memanas. Di tengah kuatnya desakan agar organisasi kepemudaan tidak lagi dijadikan alat kepentingan elit tertentu, empat putra terbaik asli Mimika dari suku Amungme dan Kamoro tampil membawa semangat perubahan dan perlawanan terhadap ketidakadilan yang selama ini dirasakan generasi muda Papua.

Mereka adalah Elois Kemong, Dianu Omaleng, dan Frans Kemong — Elly Dolame Empat figur muda yang dikenal memiliki rekam jejak organisasi, pengalaman kemahasiswaan, kemampuan berpikir kritis, serta keberanian menyuarakan kepentingan masyarakat adat dan generasi muda Mimika.14/05/2026

Nama Elois Kemong M menjadi salah satu figur yang paling banyak diperbincangkan. Sosok muda intelektual ini dinilai memiliki kepedulian nyata terhadap persoalan sosial masyarakat, pendidikan, pemberdayaan pemuda, hingga perlindungan hak-hak Orang Asli Papua, khususnya Amungme dan Kamoro yang selama ini dinilai kerap hanya dijadikan penonton di atas tanahnya sendiri.

Dengan jiwa kepemimpinan, keberanian bersuara, serta komitmen terhadap pembangunan sosial dan kemanusiaan, Elois dianggap layak menjadi representasi kebangkitan pemuda asli Mimika dalam merebut panggung kepemimpinan KNPI.

Tak kalah kuat, Dianu Omaleng dan Frans Kemong juga dikenal aktif dalam dunia organisasi dan perjuangan kepemudaan. Ketiganya disebut hadir bukan untuk mencari jabatan atau kepentingan kelompok, melainkan membawa misi besar: mengembalikan KNPI sebagai rumah perjuangan pemuda, bukan alat politik segelintir elit.

“Sudah terlalu lama anak-anak asli hanya jadi penonton. Hari ini pemuda Amungme dan Kamoro harus berdiri di depan dan memimpin. KNPI bukan milik kelompok tertentu, tapi milik seluruh pemuda Mimika,” tegas salah satu pemuda Mimika saat menghubungi media ini melalui sambungan telepon seluler.

Desakan pun mulai diarahkan kepada Pemerintah Kabupaten Mimika agar tidak tutup mata terhadap semangat kebangkitan pemuda lokal. Bupati Mimika diminta memberi ruang dan dukungan moral bagi putra-putra terbaik Amungme dan Kamoro agar dapat bertarung secara sehat dan bermartabat dalam kontestasi KNPI mendatang.

Publik menilai, ketiga figur muda ini bukan nama baru dalam perjuangan sosial dan organisasi. Mereka telah teruji dalam berbagai aktivitas kepemudaan dan dinilai memahami persoalan mendasar yang dihadapi generasi muda Mimika, mulai dari pendidikan, lapangan kerja, keterlibatan pembangunan, hingga perlindungan hak-hak masyarakat adat.

Kini, harapan besar mulai tumbuh di tengah masyarakat. Banyak pihak percaya bahwa momentum KNPI 2026 bukan sekadar perebutan jabatan organisasi, tetapi pertarungan harga diri dan masa depan pemuda asli Mimika.

“Ini bukan soal kursi. Ini soal masa depan anak negeri di tanahnya sendiri,” tutup sumber tersebut.

(*****)