Samaun–Donatus Hadirkan Investor Korea: Fakfak Bersiap Jadi Tanah Makmur, Rakyat Jadi Tuan di Negeri Sendiri

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 14 September 2025

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Samaun–Donatus Hadirkan Investor Korea: Fakfak Bersiap Jadi Tanah Makmur, Rakyat Jadi Tuan di Negeri Sendiri

Jakarta, TribunNusantara.web.id | Kepemimpinan Bupati Fakfak Samaun Dahlan dan Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik kembali menunjukkan kelasnya di panggung nasional.

Minggu (14/9/2025), keduanya hadir di Equity Tower, SCBD Jakarta, untuk menerima langsung paparan hasil survei lahan seluas lebih dari 20 ribu hektare dari investor Korea, PT STM Agro Energi Korea bersama PT Samindo Resources Tbk.

Paparan ini bukan sekadar laporan teknis, melainkan sinyal kuat bahwa minat investasi asing ke Fakfak kian nyata.

Hasil survei menunjukkan lahan di kawasan Bomberay dan Tomage, meski memiliki tantangan kesuburan, menyimpan potensi besar bagi pengembangan sawit, tebu, dan kopi.

Dengan rekayasa teknologi modern, lahan ini bisa disulap menjadi pusat perkebunan raksasa yang berdaya saing global.

Bupati Samaun Dahlan dengan tegas menyampaikan visi strategisnya: memanfaatkan sisa 16.400 hektare area penggunaan lain (APL) yang belum tergarap, sekaligus mendorong revisi RTRW Fakfak 2025–2045 untuk membuka 30 ribu hektare tambahan lahan produktif.

“Kami ingin Bomberay dan Tomage menjadi episentrum perkebunan besar yang mendongkrak ketahanan pangan, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Fakfak,” ujar Samaun.

Di sisi lain, Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik menegaskan bahwa pembangunan perkebunan tidak boleh mengabaikan masyarakat lokal. Ia menekankan pentingnya perbaikan unsur hara tanah dengan dukungan teknologi investor, agar lahan benar-benar produktif.

“Yang paling utama, masyarakat adat harus dilibatkan dan merasakan manfaat langsung. Investasi ini harus menghadirkan kesejahteraan yang adil bagi semua,” tegas Donatus.

Pertemuan itu ditutup dengan komitmen bersama untuk segera menindaklanjuti tahapan teknis: penyusunan rencana pengelolaan lahan, konsultasi publik, hingga kelengkapan perizinan.

Fakfak di bawah kepemimpinan Samaun–Donatus tak hanya menawarkan lahan, tapi juga membuka akses ke teknologi mutakhir dan jaringan pasar global.

Kehadiran investor Korea di Bomberay bukan hanya tentang modal, melainkan bukti nyata kemampuan Samaun–Donatus membuka gerbang internasional demi Fakfak yang lebih maju.

Dengan visi kuat dan kepemimpinan yang berpihak pada masyarakat, keduanya tengah menapaki jalan besar menjadikan Fakfak sebagai motor ekonomi baru di tanah Papua Barat.

 

Writter : Den