Sambut HUT RI ke-81, Perumda Panca Karya Gelar Lomba: Bukan Sekadar Bertanding, Tapi Merajut Kebersamaan

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 14 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Sambut HUT RI ke-81, Perumda Panca Karya Gelar Lomba: Bukan Sekadar Bertanding, Tapi Merajut Kebersamaan

AMBON, Tribun-nusantara.web.id. Suasana halaman Perumda Panca Karya berubah menjadi panggung penuh tawa dan semangat, saat keluarga besar perusahaan menggelar rangkaian perlombaan menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Jumat (14/8/2026). Bukan sekadar seremonial, momentum ini menjadi sarana hangat untuk mempererat ikatan persaudaraan antarpegawai.

Berbeda dari kegiatan formal yang biasa digelar, perlombaan kali ini membuka ruang bagi seluruh pegawai untuk berinteraksi lebih akrab di luar meja kerja. Catur, tenis meja, hingga bulu tangkis menjadi ajang yang dikemas santai namun tetap kompetitif. Semangat bertanding tetap membara, namun nuansa kekeluargaan senantiasa menjadi warna yang menyelimuti setiap pertandingan.

Bahkan sejumlah wartawan pun turut menyemarakkan suasana, ikut turun ke lapangan — termasuk dalam pertandingan catur yang berlangsung seru.

Direktur Operasional Perumda Panca Karya, Ongen Go, turut hadir dan memantau langsung kegiatan. Ia menegaskan, peringatan kemerdekaan tidak selamanya harus dirayakan dengan baris-berbaris.

"Jelang 17 Agustus, kami selenggarakan perlombaan. Tujuannya sederhana: menjaga silaturahmi di antara keluarga besar Perumda Panca Karya. Kemerdekaan itu tidak hanya dimaknai lewat upacara, tetapi juga lewat cara kita mempererat persaudaraan sesama pegawai," ujarnya.

Ia berharap, ikatan kebersamaan yang terjalin hari ini menjadi energi positif yang membawa semangat baru dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab perusahaan.

Bagi Perumda Panca Karya, semangat kemerdekaan bukan sekadar kenangan sejarah. Semangat itu diterjemahkan ke dalam kerja sama, kedisiplinan, kekompakan, dan pengabdian sehari-hari. Di tengah tuntutan profesionalitas pekerjaan, hubungan yang harmonis antarpegawai justru menjadi modal paling berharga untuk membangun lingkungan kerja yang solid dan produktif.

Pada akhirnya, siapa yang menang atau kalah bukanlah hal terpenting dari perlombaan ini. Yang jauh lebih berharga adalah ikatan persaudaraan yang semakin erat, jiwa sportivitas yang tumbuh, dan semangat kebersamaan yang terus menyala — sebagai wujud nyata merayakan kemerdekaan Republik Indonesia.

(H.R)