Sampah Pasar Lama Timika Tak Kunjung Tuntas, Merlyn Temorubun: Infrastruktur Lemah, Kesadaran Warga Harus Dibangun
Sampah Pasar Lama Timika Tak Kunjung Tuntas, Merlyn Temorubun: Infrastruktur Lemah, Kesadaran Warga Harus Dibangun
TIMIKA, PAPUA TENGAH Tribunnusantara-web.id – Persoalan sampah yang terus berulang di kawasan Pasar Lama Timika dinilai bukan sekadar akibat rendahnya kesadaran masyarakat, tetapi juga mencerminkan belum optimalnya dukungan infrastruktur pengelolaan sampah. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan langkah yang lebih serius agar persoalan yang sama tidak terus terulang.
Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, menegaskan bahwa tingginya aktivitas perdagangan di Pasar Lama secara otomatis menghasilkan volume sampah yang besar. Karena itu, penyelesaian masalah tidak dapat dilakukan hanya dengan mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan tanpa diikuti penyediaan fasilitas yang memadai.03/08/2026
"Semakin tinggi aktivitas ekonomi, semakin besar pula volume sampah yang dihasilkan. Pemerintah harus menghadirkan solusi yang komprehensif, bukan hanya mengandalkan imbauan kepada masyarakat," ujar Merlyn.
Ia menilai pemerintah memiliki tanggung jawab menyediakan sarana dasar seperti tempat penampungan sementara (TPS), sistem pengangkutan yang terjadwal, serta fasilitas pendukung lainnya sebelum menuntut masyarakat disiplin dalam membuang sampah.
Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat juga menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan edukasi secara berkelanjutan. Kebiasaan memilah sampah dari rumah tidak bisa dibangun dalam waktu singkat, melainkan memerlukan proses, pendampingan, dan konsistensi dari seluruh pemangku kepentingan.
"Kami terus mendorong masyarakat agar mulai memilah sampah sejak dari rumah. Namun perubahan budaya seperti ini membutuhkan waktu dan tidak bisa dipaksakan secara instan," katanya.
Merlyn mengungkapkan pemerintah sebenarnya telah menyiapkan lokasi penampungan sementara. Namun, upaya tersebut kerap terkendala karena masih ditemukan oknum yang membongkar tumpukan sampah, sehingga sampah kembali berserakan dan memperburuk wajah kawasan Pasar Lama.
Ia menegaskan persoalan sampah tidak dapat dibebankan kepada satu institusi semata. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, Dinas Lingkungan Hidup, pemerintah distrik, Satpol PP, pelaku usaha, hingga masyarakat agar penanganan berjalan efektif dan berkelanjutan.
"Semua pihak harus duduk bersama. Tanpa kolaborasi yang kuat, persoalan sampah hanya akan menjadi masalah yang terus berulang dari tahun ke tahun," tegasnya.
Terkait penegakan aturan terhadap pelanggaran kebersihan, Merlyn menjelaskan bahwa kewenangan tersebut berada pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Sementara Distrik Mimika Baru akan terus memperkuat penyediaan fasilitas sebagai bentuk komitmen mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat.
Persoalan sampah di Pasar Lama menjadi cerminan bahwa pengelolaan lingkungan tidak cukup mengandalkan slogan kebersihan. Diperlukan keberanian pemerintah memperkuat infrastruktur, konsistensi penegakan aturan, serta pendidikan kepada masyarakat agar perubahan dapat terwujud secara nyata. Tanpa tiga aspek tersebut berjalan beriringan, kawasan Pasar Lama berpotensi terus menghadapi persoalan sampah yang sama di masa mendatang.
Penulis: Gunawan F
Editor: Bruce Elang








































Komentar via Facebook