Satgas Trisila 26 Bersih-Bersih Dermaga Yos Soedarso, Pesan Tegas soal Tanggung Jawab Bersama

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 02 Maret 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Satgas Trisila 26 Bersih-Bersih Dermaga Yos Soedarso, Pesan Tegas soal Tanggung Jawab Bersama

Tual, TribunNusantara.web.id | Pagi itu, Senin (2/3/2026), suasana di Dermaga Pelabuhan Umum Yos Soedarso, Kota Tual, tampak berbeda. Puluhan prajurit berseragam loreng dan biru laut menyusuri sisi dermaga, memunguti sampah plastik yang terselip di sela-sela kayu dan beton, merapikan rumput liar yang menjalar hingga ke tepi terminal penumpang. Di hari ketiga pelaksanaan programnya, Satgas Trisila 26 Tahap I memilih aksi sederhana: membersihkan pelabuhan.

Kegiatan bakti sosial itu dipimpin Wakil Komandan Satgas Trisila 26, Kolonel Laut (P) Son Haji Hariyoko, mewakili Komandan Satgas Laksamana Pertama TNI Andri Kristianto. Turut hadir Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Tual Kolonel Laut (P) Andik Putro Wibowo, bersama jajaran perwira dari unsur kapal perang yang tengah sandar, KRI Balongan-908 dan KRI Dorang-874.

Sekitar 65 personel terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari unsur Satgas Trisila, prajurit Marinir, awak KRI Balongan-908, KRI Dorang-874, personel Lanal Tual, serta perwakilan Syahbandar UPP Kelas II Tual.

Tanpa seremoni panjang, para prajurit langsung menyebar ke titik-titik yang menjadi sasaran pembersihan: area dermaga, terminal penumpang, dan lingkungan sekitar pelabuhan.

Sampah organik dan nonorganik dikumpulkan dan dipilah. Rumput yang meninggi dirapikan. Beberapa sudut yang sebelumnya tampak kumuh berangsur bersih.

Aktivitas bongkar muat dan lalu-lalang penumpang tetap berlangsung, namun pagi itu pelabuhan juga menjadi ruang edukasi terbuka tentang pentingnya menjaga kebersihan.

Komandan Lanal Tual, Andik Putro Wibowo, mengatakan kebersihan pelabuhan bukan semata tanggung jawab pengelola. Ia menegaskan peran masyarakat dan pengguna jasa transportasi laut sama pentingnya dalam menjaga kenyamanan fasilitas publik.

“Pelabuhan adalah wajah daerah. Jika bersih dan tertata, orang datang pun merasa nyaman dan aman,” ujarnya di sela kegiatan.

Pesan itu sejalan dengan tujuan kegiatan Satgas Trisila 26 Tahap I yang tak hanya berorientasi pada operasi dan latihan, tetapi juga pada pembinaan teritorial dan kedekatan dengan masyarakat.

Pelabuhan Yos Soedarso, sebagai simpul transportasi laut di Tual dan Maluku Tenggara, menjadi titik strategis yang merepresentasikan denyut ekonomi dan mobilitas warga.

Bagi para prajurit, bakti sosial ini bukan sekadar rutinitas. Ia menjadi pengingat bahwa menjaga laut dan wilayah pesisir tidak berhenti pada patroli atau pengamanan. Kebersihan lingkungan, terutama di kawasan pelabuhan, merupakan bagian tak terpisahkan dari keamanan dan ketertiban maritim.

Menjelang siang, tumpukan sampah yang terkumpul menjadi penanda kerja bersama pagi itu. Dermaga terlihat lebih lapang. Angin laut berembus lebih lega. Di tengah aktivitas kapal dan penumpang yang terus bergerak, pesan sederhana itu ditinggalkan: laut yang bersih dimulai dari kebiasaan kecil di darat.