Satgas Trisila 26 Bersih-Bersih Makam Pahlawan di Ujung Timur Nusantara
Tual, TribunNusantara.web.id | Di bawah langit yang cerah di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara, puluhan prajurit berseragam loreng dan biru laut tampak berbaris rapi di halaman Taman Makam Pahlawan Rudhira Jaya, Langgur, Minggu (1/3/2026). Mereka bukan hendak upacara militer. Di tangan sebagian dari mereka tergenggam sabit, mesin potong rumput, dan sapu lidi.
Hari kedua pelaksanaan Satgas Trisila 26 Tahap I di wilayah Maluku Tenggara diisi dengan bakti sosial pembersihan taman makam pahlawan. Kegiatan ini dipimpin Wakil Komandan Satgas, Kolonel Laut (P) Son Haji Hariyoko, mewakili Komandan Satgas Laksma TNI Andri Kristianto. Turut mendampingi Komandan Lanal Tual Kolonel Laut (P) Andik Putro Wibowo serta para komandan unsur kapal perang yang tengah sandar di perairan setempat.
Sekitar 75 personel terlibat. Mereka berasal dari unsur Satgas Trisila, prajurit Marinir, awak KRI Balongan-908, KRI Dorang-874, Lanal Tual, hingga perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Maluku Tenggara. Tanpa banyak seremoni, para prajurit langsung menyebar ke sejumlah titik yang telah ditentukan.
Sasaran utama adalah pemotongan dan perapian rumput di depan makam para pahlawan, area gapura, halaman utama, hingga sisi kanan dan kiri kompleks pemakaman. Mesin potong rumput meraung memecah keheningan pagi, sementara beberapa personel lain mengumpulkan dedaunan kering dan merapikan batu nisan yang mulai tertutup lumut.
Dalam hitungan jam, wajah taman makam yang sebelumnya tampak kurang terawat berubah menjadi lebih bersih, rapi, dan asri. Jalur setapak terlihat jelas, rumput tersisir rata, dan area sekitar gapura kembali lapang.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas teritorial. Menurut keterangan di lokasi, bakti sosial tersebut dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Di tempat itulah, nilai sejarah dan pengabdian dipertautkan dengan kehadiran generasi penerus berseragam.
Di wilayah yang berada di gugus kepulauan paling timur Indonesia itu, pesan yang hendak ditegaskan sederhana namun sarat makna: bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Melalui kerja-kerja kecil seperti membersihkan pusara, penghormatan itu diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar slogan.








































Komentar via Facebook