Satlantas, Bapenda, dan Samsat Fakfak Bersinergi: Edukasi Pajak Kendaraan Tanpa Razia di Bawah Jembatan Layang Thumburuni
Fakfak, TribunNusantara.web.id | Suasana di bawah Jembatan Layang Pasar Thumburuni, Senin (6/10), tampak berbeda dari biasanya. Di antara deru kendaraan yang lalu-lalang, sejumlah petugas dari Satlantas Polres Fakfak, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), dan Unit Pelayanan Pajak Daerah (UPPD)/Samsat Kabupaten Fakfak tampak sibuk menghentikan pengendara — bukan untuk menilang, tapi untuk mengingatkan pentingnya membayar pajak kendaraan bermotor.
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk sosialisasi dan pemeriksaan pajak kendaraan ini merupakan kolaborasi tiga instansi, yang bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat tanpa menimbulkan ketakutan.
Kasat Lantas Polres Fakfak AKP Bagus Agung Subahendro, S.Tr.K., S.I.K, menegaskan kegiatan tersebut bukanlah razia.
“Kami tidak melakukan penilangan. Ini murni sosialisasi dan peneguran bagi masyarakat yang belum membayar pajak kendaraannya,” jelas AKP Bagus.
“Tujuan utamanya agar masyarakat sadar bahwa pajak kendaraan bukan beban, melainkan kontribusi bagi pembangunan daerah,” tambahnya.
Menurutnya, bagi pengendara yang pajaknya telah mati, petugas hanya memberikan notice pajak sementara sebagai pengganti STNK yang sudah tidak berlaku. Dengan cara ini, pemilik kendaraan dapat segera melunasi kewajiban pajaknya di kantor Samsat.
Dari hasil pantauan, sejumlah kendaraan baik roda dua maupun roda empat terjaring dalam kegiatan tersebut. Namun semuanya mendapat perlakuan yang sama: teguran simpatik tanpa tilang.
Plt. Kepala Bapenda Kabupaten Fakfak, Lukito Saksomo Jati, menyambut baik kolaborasi lintas instansi ini sebagai langkah nyata meningkatkan kesadaran pajak di masyarakat.
“Pendapatan dari pajak kendaraan bermotor memiliki peran vital dalam mendukung pembangunan daerah, terutama untuk pembiayaan infrastruktur dan pelayanan publik,” ujarnya.
“Melalui pendekatan persuasif seperti ini, kami berharap masyarakat makin paham bahwa taat pajak berarti ikut membangun Fakfak,” lanjutnya.
Senada dengan itu, Kepala UPPD/Samsat Fakfak Rozali Ardiansyah Karaeng, SH. menjelaskan bahwa kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memberikan edukasi langsung kepada para wajib pajak tentang prosedur pembayaran yang kini semakin mudah.
“Masyarakat bisa membayar pajak lewat gerai Samsat keliling, e-Samsat, atau aplikasi. Kami hadir bukan untuk menakuti, tapi membantu agar prosesnya lebih cepat dan transparan,” terangnya.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak pengendara yang mengaku baru menyadari bahwa masa berlaku pajaknya telah habis.
“Kalau begini kan enak, kita diingatkan dengan cara baik,” ujar salah satu pengendara motor dengan nada lega.
Melalui sinergi antara Satlantas, Bapenda, dan Samsat Fakfak, pendekatan humanis ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain: bahwa menumbuhkan kesadaran masyarakat tak selalu harus dengan penegakan hukum, tapi bisa dimulai dengan dialog, edukasi, dan empati.
Writter : Den








































Komentar via Facebook