SEKDA MBD RESMI BUKA FESTIVAL TUNAS BAHASA IBU UNTUK BAHASA MOA: GENERASI EMAS HARUS JAGA DAN LESTARIKAN BAHASA DAERAH

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 15 November 2025

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

SEKDA MBD RESMI BUKA FESTIVAL TUNAS BAHASA IBU UNTUK BAHASA MOA: GENERASI EMAS HARUS JAGA DAN LESTARIKAN BAHASA DAERAH

Tiakur, Maluku Barat Daya TribunNusantara.web.id, 15 November 2025. Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan kekayaan budaya lokal melalui penyelenggaraan Festival Tunas Bahasa Ibu untuk Bahasa Moa, sebuah agenda penting dalam program Revitalisasi Bahasa Daerah yang diinisiasi Balai Bahasa Provinsi Maluku. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Maluku Barat Daya, Eduard J.S. Davidz, S.T., M.Eng, mewakili Bupati Maluku Barat Daya.

Sejak pagi, Gedung Serbaguna Tiakur dipadati para pelajar, guru, tokoh masyarakat, pemerhati budaya, serta jajaran perangkat pemerintah. Suasana semarak ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap pelestarian bahasa daerah sebagai bagian dari identitas dan jati diri orang Maluku Barat Daya.

Dalam sambutannya, Sekda Eduard Davidz menyampaikan pesan penting kepada seluruh generasi muda, khususnya para pelajar yang hadir sebagai peserta. Ia menegaskan bahwa bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, tetapi merupakan warisan budaya yang memiliki nilai historis dan filosofi mendalam.

Generasi Emas saat ini harus mempertahankan bahasa daerah kita, karena bahasa daerah adalah kekayaan kita. Bahasa daerah harus dilestarikan oleh generasi-generasi kita di Maluku Barat Daya. Di dalam bahasa tersimpan nilai-nilai luhur yang turun-temurun diwariskan oleh leluhur,” ujar Sekda disambut tepuk tangan peserta.

Sekda juga menekankan bahwa tantangan globalisasi menuntut masyarakat untuk semakin menyadari pentingnya menjaga bahasa daerah agar tidak tergerus perkembangan zaman. Menurutnya, festival seperti ini bukan hanya ruang kompetisi, tetapi sarana membangun kecintaan anak muda terhadap bahasa ibunya.

Festival Tunas Bahasa Ibu tahun ini menghadirkan berbagai kategori lomba, seperti membaca cerita rakyat, pidato bahasa daerah, menulis kreatif, hingga pentas seni budaya. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berharap generasi muda dapat memahami bahwa bahasa Moa bukan hanya media bertutur, tetapi simbol martabat dan kebanggaan masyarakat Kalwedo.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Linda Margret Heumasse, S.H., Kepala Subbagian Umum Balai Bahasa Provinsi Maluku. Dalam penyampaiannya, ia mengapresiasi dukungan dan keterlibatan aktif Pemerintah Kabupaten MBD dalam upaya pelestarian bahasa daerah. Menurutnya, MBD termasuk salah satu daerah yang menunjukkan progres signifikan dalam menjalankan program Revitalisasi Bahasa Daerah di Provinsi Maluku.

Kami memberikan apresiasi kepada Pemkab MBD yang terus mendukung program pelestarian bahasa. Kiranya kerja sama ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus berkembang untuk memperkuat eksistensi bahasa-bahasa daerah di Maluku,” ujarnya.

Festival Tunas Bahasa Ibu merupakan bagian dari gerakan nasional yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Program ini bertujuan menghidupkan kembali bahasa daerah yang terancam punah, sekaligus memastikan bahasa tersebut tetap digunakan dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Acara berlangsung dengan penuh kehangatan, keakraban, dan semangat mencintai budaya lokal. Festival ini menandai langkah penting dalam menjaga identitas masyarakat di Bumi Kalwedo serta memastikan bahwa bahasa Moa tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi.

Twitter: KAREL