Sekolah Dibakar, Anak Papua Terlantar: DPRD Mimika Sentil Keras Pemda dan Freeport
Sekolah Dibakar, Anak Papua Terlantar: DPRD Mimika Sentil Keras Pemda dan Freeport
Mimika, Tribunnusantara-web.id Hancurnya SD Inpres Waa Banti bukan sekadar tragedi, tapi tamparan keras bagi negara yang gagal melindungi hak dasar warganya.06/05/2026
Di tengah gemerlap eksploitasi tambang oleh PT Freeport Indonesia, anak-anak di Distrik Tembagapura justru kehilangan tempat belajar.
Anggota Komisi III DPRD Mimika, Adolof Omaleng, melontarkan kritik tajam. Ia menilai pemerintah daerah dan pihak perusahaan seolah menutup mata terhadap kehancuran total SD Inpres Waa Banti yang dibakar oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
“Ini bukan sekadar bangunan yang hilang. Ini masa depan anak-anak Papua yang sedang dipadamkan,” tegasnya.
Sejak berdiri pada 1992, sekolah ini menjadi tumpuan pendidikan bagi tiga kampung: Waa/Banti, Tsinga, dan Arwanop. Dari tempat sederhana itu lahir generasi yang mampu menembus berbagai posisi penting, termasuk Vebian Magal yang kini memimpin Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK).
Kini, yang tersisa hanyalah puing dan abu.
Ironinya, kehancuran ini terjadi di jantung salah satu kawasan tambang terbesar di dunia. Aktivitas ekonomi bernilai triliunan rupiah terus berjalan, sementara fasilitas pendidikan dasar dibiarkan mati tanpa kepastian.
“Jangan hanya ambil kekayaan alamnya, tapi abaikan manusianya,” sindir Omaleng.
Ia mendesak Pemkab Mimika dan Freeport segera turun tangan, bukan dengan janji, tapi aksi nyata. Menurutnya, membangun kembali sekolah harus menjadi prioritas, bukan sekadar wacana birokrasi yang berlarut-larut.
Namun, persoalan ini tidak berhenti pada pembangunan fisik. Tanpa jaminan keamanan, sekolah yang dibangun bisa kembali jadi sasaran. Negara dituntut hadir secara utuh: melindungi, membangun, dan memastikan pendidikan tetap berjalan meski di tengah konflik.
Jika tidak, tragedi Waa Banti hanya akan menjadi satu lagi daftar panjang kegagalan—di tanah yang kaya, tapi terus meninggalkan rakyatnya dalam gelap.
(*****)








































Komentar via Facebook