Skandal Keracunan di SMP Tepa: Program Makanan Gratis Prabowo Tercoreng, Publik Tuntut Investigasi Tuntas

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 11 September 2025

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Skandal Keracunan di SMP Tepa: Program Makanan Gratis Prabowo Tercoreng, Publik Tuntut Investigasi Tuntas

Maluku Barat Daya, TribunNusantara.web.id – Program Makanan Bergizi Gratis, salah satu kebijakan prioritas Presiden Prabowo Subianto, tercoreng oleh insiden memilukan di SMP Negeri Tepa, Kecamatan Babar Barat, Kabupaten Maluku Barat Daya.

Sejumlah siswa dilaporkan mengalami keracunan setelah menyantap makanan gratis yang dibagikan di sekolah. Mereka harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa ini sontak mengguncang kepercayaan publik terhadap program nasional yang diklaim sebagai investasi besar negara bagi masa depan generasi muda.

Alih-alih menjadi wujud kepedulian negara terhadap kesehatan anak-anak, program ini justru berubah menjadi ancaman.

Orang tua murid dilanda kecemasan, sementara masyarakat mulai mempertanyakan kualitas pengelolaan hingga pengawasan distribusi makanan gratis di daerah.

Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah maupun pengelola makanan gratis di Kecamatan Babar Barat bungkam.

Tidak ada pernyataan resmi, apalagi penjelasan terbuka mengenai penyebab insiden.

Diamnya pihak terkait justru menambah tanda tanya besar: apakah ada kelalaian dalam pengolahan bahan, distribusi, atau bahkan potensi penyimpangan anggaran?

Mengingat program ini digelontorkan dengan anggaran negara yang sangat besar, publik berhak atas transparansi. Pemerintah pusat, aparat penegak hukum, dan pemerintah daerah diminta turun tangan segera melakukan investigasi menyeluruh.

Jika terbukti ada unsur kelalaian, kecurangan, atau penyalahgunaan wewenang, maka pihak yang bertanggung jawab wajib diseret ke meja hukum.

Tidak boleh ada kompromi. Sebab, program ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan simbol kebijakan besar Presiden Prabowo untuk mempersiapkan generasi emas Indonesia.

Masyarakat Maluku Barat Daya bahkan melayangkan ultimatum kepada pengelola makanan gratis di Babar Barat.

Mereka menuntut penjelasan resmi sekaligus langkah perbaikan yang nyata. Bila tidak, kasus ini akan didorong hingga ke tingkat aparat penegak hukum agar ditangani serius.

Program mulia yang menyangkut keselamatan anak-anak bangsa tidak boleh dijadikan ladang permainan oknum.

Satu kelalaian saja, bisa menggerogoti kepercayaan publik terhadap kebijakan nasional yang digadang-gadang sebagai warisan besar pemerintahan Prabowo.
 

Writter : Karel (Moa)