Skandal Perselingkuhan Anggota DPR Papua Tengah: Pengkhianatan Terhadap Rakyat di Tengah Krisis Kemanusiaan

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 11 November 2025

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Skandal Perselingkuhan Anggota DPR Papua Tengah: Pengkhianatan Terhadap Rakyat di Tengah Krisis Kemanusiaan

Nabire, Papua Tengah, TribunNusantara.web.id | Di tengah tragedi sosial dan ekonomi yang membelit Papua Tengah, sebuah skandal mencoreng wajah politisi yang seharusnya menjadi wakil dan pelindung rakyat.

Isu perselingkuhan yang menghebohkan ini tidak sekadar aib pribadi, melainkan cermin dari ketidakpedulian dan pengkhianatan terhadap mandat publik yang diemban.

Warga di warung kopi, trotoar, hingga grup WhatsApp mendiskusikan tafsir muram soal oknum anggota DPR yang bukan lagi fokus pada amanah rakyat tapi justru terperangkap dalam urusan ranjang orang lain.

Alih-alih memperjuangkan anggaran untuk pengentasan kemiskinan dan perbaikan pelayanan publik yang hancur, yang bersangkutan memilih menyimpan dosa pribadi dalam gelap ruang rapat.Bahkan, di tengah angka kemiskinan yang meroket, pelayanan kesehatan yang amburadul, dan stunting yang melanda anak-anak di Papua Tengah, oknum ini justru asyik menjalin hubungan gelap dengan istri orang lain.

Ini bukan sekadar soal moral, melainkan penghinaan keras bagi ribuan jiwa yang berharap pada perwakilan mereka.

Lebih mengkhawatirkan, isu ini bukan semata kabar burung. Sumber internal menyebut adanya “hotel dan rumah singgah” yang rutin dipakai untuk pertemuan rahasia, menimbulkan dugaan serius apakah anggaran publik turut diselewengkan untuk membiayai skandal ini.

Ini menambah dimensi korupsi moral dan materi yang harus segera diusut tuntas.

Warga Papua Tengah menuntut transparansi dan kejelasan. Jika isu ini hanya gosip yang tak berdasar, buktikan di ruang publik dengan sikap berani dan bukti nyata.

Namun bila benar, bukan sekadar permohonan maaf di panggung yang dibutuhkan, melainkan pertanggungjawaban penuh atas pengkhianatan terhadap kepercayaan rakyat yang telah memilih.

Ini bukan sekadar aib pribadi, melainkan seruan bagi demokrasi dan keadilan di Papua Tengah agar wakil rakyat kembali kepada tugas suci mereka: mengabdi, melayani, dan memperjuangkan masa depan bangsa.
 

Penulis : Abet Mote
Reporter : Jeri P Degei