Sopir Truk Mimika Meledak: “Rakyat Kecil Disuruh Antri, Bus Perusahaan Malah Diprioritaskan!”

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 07 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Sopir Truk Mimika Meledak: “Rakyat Kecil Disuruh Antri, Bus Perusahaan Malah Diprioritaskan!”

Satu Hari Habis di SPBU, Sopir Kehilangan Nafkah Demi Solar Subsidi

Timika, TribunNusantara.web.id | 7 Mei 2026 — Kesabaran komunitas sopir truk di Kabupaten Mimika akhirnya mencapai batas. Praktik distribusi BBM subsidi jenis Biosolar di SPBU SP2 dinilai semakin tidak adil dan menyengsarakan sopir angkutan rakyat.

Para sopir mengaku harus mengantre sejak malam hingga pagi hanya untuk mendapatkan solar subsidi. Ironisnya, setelah menunggu semalaman, mereka masih dipaksa menepi karena kendaraan perusahaan besar dan mobil dinas berplat merah lebih dulu dilayani.

“Ini solar subsidi untuk rakyat kecil atau untuk perusahaan besar?” demikian kemarahan yang kini ramai disuarakan para sopir di lapangan.

Satu Hari Kerja Hilang di Jalur Antrean

Setiap hari, puluhan sopir truk harus mengorbankan waktu produktif hanya demi antre solar. Banyak di antara mereka tidak bisa bekerja karena sehari penuh habis di SPBU.

Artinya jelas: tidak kerja, tidak ada pemasukan.

Di tengah mahalnya kebutuhan hidup di Mimika, kondisi ini dianggap sangat memukul ekonomi keluarga sopir yang bergantung penuh pada pendapatan harian.

Bus Perusahaan dan Plat Merah Diduga Kuasai Solar Subsidi

Keluhan terbesar datang dari pola pengisian BBM yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat kecil.

Para sopir menyebut pengisian truk rakyat baru dibuka sekitar pukul 10.00 pagi setelah bus perusahaan besar dan kendaraan dinas selesai mengisi.

Praktik ini memunculkan dugaan kuat bahwa distribusi Biosolar subsidi lebih menguntungkan kepentingan industri dan operasional pemerintah dibanding rakyat biasa.

Padahal kuota Biosolar di SPBU SP2 disebut hanya sekitar 8 KL per hari.

“Kalau kuota sedikit lalu perusahaan besar ikut ambil, rakyat kecil kebagian apa?” ujar salah satu sopir dengan nada kecewa.

Sopir Truk: Jangan Rampas Hak Subsidi Kami

Komunitas sopir truk menegaskan bahwa Biosolar merupakan BBM subsidi yang seharusnya diprioritaskan untuk angkutan umum, distribusi logistik masyarakat, dan pekerja kecil.

Mereka menilai kendaraan operasional perusahaan besar maupun kendaraan dinas semestinya menggunakan BBM nonsubsidi, bukan ikut mengambil jatah yang sangat terbatas.

Tuntutan Tegas Sopir Truk Mimika

1. SPBU SP2 Harus Hentikan Sistem Prioritas yang Tidak Adil

Pengelola SPBU diminta segera mengatur ulang jadwal pengisian agar sopir truk rakyat tidak terus dijadikan prioritas terakhir.

2. Pertamina dan Disperindag Harus Turun Tangan

Distribusi Biosolar subsidi diminta diawasi ketat agar tidak dikuasai kendaraan perusahaan besar maupun kendaraan dinas.

3. Pemerintah Jangan Tutup Mata

Pemerintah daerah diminta segera memberikan solusi nyata sebelum keresahan sopir berubah menjadi gejolak yang lebih besar.

Para sopir menegaskan mereka bukan meminta belas kasihan, melainkan menuntut hak sebagai masyarakat yang ikut menjaga roda distribusi dan pembangunan di Mimika.

“Jangan biarkan kami lumpuh di jalan hanya karena solar subsidi lebih banyak dinikmati mereka yang kuat.”
 

------------

DIANU OMALENG Atas Nama Komunitas Sopir Truk Mimika