Soroti Ketimpangan, Bung Jefri Serukan Kesetaraan Hak Guru Madrasah
Jakarta, TribunNusantara.web.id | Ketua Umum Yayasan Cahaya Timur Nusantara Emas, Jefri Tuwul, menyatakan dukungan penuh terhadap perjuangan guru madrasah swasta yang tengah menyuarakan aspirasi di tingkat nasional. Ia menilai kesejahteraan dan kesetaraan hak para guru madrasah harus menjadi perhatian serius pemerintah.
Dalam keterangannya kepada media, Jefri menegaskan bahwa madrasah merupakan bagian tak terpisahkan dari sistem pendidikan nasional. Lembaga pendidikan ini, kata dia, memiliki peran penting dalam membentuk karakter, moral, dan kualitas generasi muda.
“Guru madrasah adalah pendidik bangsa. Tanggung jawab mereka sama dengan guru lainnya dalam mencerdaskan anak-anak negeri. Karena itu, hak dan kesejahteraannya harus diperhatikan secara adil dan setara,” ujar Jefri.
Ia menyoroti kondisi madrasah swasta di Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang masih menghadapi berbagai keterbatasan. Mulai dari minimnya dukungan anggaran, fasilitas belajar yang belum memadai, hingga kesejahteraan guru yang dinilai belum optimal.
Menurut dia, perhatian pemerintah daerah terhadap madrasah swasta perlu ditingkatkan secara lebih serius dan berkelanjutan. Di wilayah kepulauan seperti Tanimbar, kata Jefri, madrasah justru menjadi harapan masyarakat untuk memperoleh pendidikan.
“Di daerah kepulauan, madrasah menjadi tumpuan masyarakat. Tapi perhatian pemerintah daerah masih sangat kurang. Ini harus menjadi prioritas bersama,” katanya.
Jefri juga menyatakan dukungan terhadap tuntutan nasional guru madrasah swasta, antara lain penghapusan diskriminasi, kesempatan yang setara dalam seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), pembayaran tunjangan secara rutin, serta kebijakan khusus untuk menjamin keberlanjutan pendidikan madrasah.
Sebagai pimpinan yayasan yang bergerak di bidang pendidikan, ia mengajak masyarakat, pemerintah, dan para pemangku kebijakan untuk bersatu memperjuangkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
“Kalau Tanimbar ingin maju, pendidikan harus menjadi fondasi. Dan guru madrasah juga harus sejahtera. Itu harga mati,” ujarnya.
Dukungan dari berbagai daerah, termasuk dari Tanimbar, diharapkan dapat memperkuat perjuangan guru madrasah swasta di tingkat nasional, sehingga kebijakan yang lahir benar-benar menghadirkan keadilan bagi para pendidik di seluruh Indonesia.








































Komentar via Facebook