Surat Cinta Wakil Gubernur Abdullah Vanath: Pesan Damai untuk Anak Negeri Maluku
Ambon, TribunNusantara.web.id | Dari tepi laut Ambon yang teduh, sebuah pesan cinta ditulis Wakil Gubernur Maluku, H. Abdullah Vanath, S.Sos., untuk seluruh anak negeri di tanah para raja.
Dalam surat yang ditandatanganinya pada Jumat, 22 Agustus 2025, Abdullah Vanath mengulurkan suara hatinya—bukan sekadar sebagai pejabat, tetapi sebagai seorang ayah negeri yang merindukan kedamaian dan persaudaraan abadi di Maluku.
"Anak-anakku di seluruh penjuru Maluku yang kucintai," tulis Vanath mengawali suratnya, seakan menyapa generasi muda yang tumbuh di tanah berkat ini.
Baginya, Maluku bukan hanya gugusan pulau, bukan sekadar laut biru dan pegunungan hijau, tetapi rumah bersama yang hanya bisa kokoh berdiri bila dijaga dengan cinta.
Dalam surat tersebut, Abdullah Vanath mengingatkan kembali luka sejarah Maluku pada tahun 1999, ketika api kebencian pernah membakar rumah-rumah, memisahkan persaudaraan, dan meninggalkan jejak air mata yang mendalam.
"Dari kepedihan itu, kita belajar: bahwa tidak ada perang yang lebih mulia daripada damai, dan tidak ada harta yang lebih berharga daripada persaudaraan," ungkapnya penuh haru.
Ia menegaskan pesan penting bagi generasi muda agar tidak lagi mewariskan luka, melainkan cinta dan persaudaraan.
"Ingatlah, kita adalah orang basudara. Apa pun agama, suku, atau kampungmu, darahmu tetap mengalir dalam nadi Maluku. Bila satu terluka, semua ikut merasakan. Bila satu bahagia, seluruh negeri ikut tersenyum," tulisnya menyentuh hati.
Sebagai penutup, Abdullah Vanath menitipkan amanah: mencintai Maluku dengan hati yang tulus.
"Anak-anakku tercinta, inilah surat cintaku untuk kalian: cintailah Maluku, karena Maluku adalah cinta terbesar yang kita miliki bersama," ujarnya.
Surat cinta ini seolah menjadi pengingat kolektif, bahwa kekuatan Maluku bukan hanya pada alamnya yang indah, tetapi pada hati rakyatnya yang bersatu.
Pesan Wakil Gubernur ini diharapkan menjadi cahaya yang menuntun generasi muda menjaga Maluku tetap teduh, damai, dan sejahtera.
Writter : Bruce Elang








































Komentar via Facebook