Taem Maryadat dari Kota Tual Bidik Panggung Nasional, Siap Tampil di World of Dance Ambon
Tual, TribunNusantara.web.id | bersiap mengirimkan tiga tim tari ke ajang World of Dance tingkat regional yang direncanakan berlangsung di Ambon pada April 2026.
Puluhan penari muda dari berbagai jenjang sekolah akan mewakili kota tersebut dalam kompetisi yang diharapkan menjadi pintu menuju panggung nasional dan internasional.
Staf Khusus Wali Kota Tual bidang pembinaan generasi muda dan pekerja seni, Ai Ngutra, mengatakan tim yang diberangkatkan merupakan bagian dari komunitas Taem Maryadat. Tiga kelompok yang disiapkan adalah Taem Maryadat Junior, Taem Maryadat Crew, dan Taem MN Double J Maryadat.
“Raja Tual sebagai Ketua Taem bersama Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tual, Andre Rafra, akan membawa tiga tim untuk ikut lomba di Ambon,” kata Ai Ngutra saat dikonfirmasi, Jumat, 6 Februari 2026.
Menurut dia, para peserta berasal dari kalangan pelajar SD, SMP, hingga SMA di Kota Tual. Total anggota yang disiapkan mencapai 33 orang, dengan komposisi satu tim berisi 11 penari. Mereka saat ini menjalani latihan intensif untuk menyiapkan koreografi dan konsep pertunjukan.
Ai menilai keikutsertaan dalam ajang tersebut bukan sekadar kompetisi, melainkan juga sarana promosi daerah.
“Jika lolos ke tahap berikutnya, tim akan tampil di tingkat nasional bahkan internasional. Ini kesempatan besar memperkenalkan Kota Tual ke dunia,” ujarnya.
World of Dance Indonesia sendiri merupakan kompetisi tari modern berskala internasional yang memiliki tahapan seleksi. Pada penyelenggaraan nasional terakhir, ajang ini digelar di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, pada 31 Januari 2026. Pemenang dari tingkat nasional akan mewakili Indonesia ke kompetisi internasional di Amerika Serikat.
Dalam kompetisi nasional tersebut, tim Miracle Dancers Family dari Lombok keluar sebagai juara dan berhak mewakili Indonesia di tingkat dunia.
Ai berharap Pemerintah Kota Tual dan masyarakat memberikan dukungan penuh kepada para penari muda yang akan berangkat ke Ambon. Ia menilai dukungan moral maupun materiil sangat menentukan kesiapan tim.
“Ini bukan hanya lomba tari, tapi kesempatan anak-anak muda Tual menunjukkan jati diri dan budaya daerah di panggung yang lebih luas,” kata Ai.
Ia menambahkan, sejumlah agenda seni budaya nasional sepanjang tahun ini—seperti Festival Pasola di Sumba, Pesta Kesenian Bali, Jember Fashion Carnaval, dan Dieng Culture Festival—menjadi bukti bahwa panggung seni Indonesia semakin terbuka bagi generasi muda dari berbagai daerah.
Bagi tim Taem Maryadat, panggung di Ambon nanti menjadi langkah awal menuju panggung yang lebih besar.








































Komentar via Facebook