Tak Ada Lagi Titipan & Kuota Lewat Batas: Aturan Baru PPDB 2026 di SMA Unggulan Ambon, Saudah Tethool Tegaskan: Semua Harus Tes, SMA Siwalima Punya Aturan Khusus

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 08 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Tak Ada Lagi Titipan & Kuota Lewat Batas: Aturan Baru PPDB 2026 di SMA Unggulan Ambon, Saudah Tethool Tegaskan: Semua Harus Tes, SMA Siwalima Punya Aturan Khusus

Ambon,Tribun-nusantara.web.id. 8 Juni 2026 – Era penerimaan siswa melebihi kapasitas dan jalur “titipan” di sekolah favorit Ambon resmi ditutup. Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Maluku, Saudah Tethool, menegaskan aturan ketat diberlakukan mulai tahun ajaran 2026 demi mengakhiri masalah yang berulang dua tahun terakhir.

Usai memimpin rapat kerja dengan Dinas Pendidikan dan Kantor Kesejahteraan dan Perlindungan Guru (KKPG) di Balai Rakyat Karang Panjang, ia menyatakan pembatasan kuota mutlak diterapkan sesuai standar nasional.

“Tahun 2024–2025 kita lihat dampaknya ketika sekolah dipaksa terima siswa melebihi daya tampung. Sekarang berhenti. SMA 1 dan 2 maksimal 8 rombongan belajar, sedangkan SMA 11 dan 13 masing-masing 9 rombel. Kualitas belajar lebih utama daripada sekadar menampung banyak siswa,” tegasnya.

Pendaftaran dibuka mulai hari ini hingga 13 Juni, dengan hasil diumumkan 23 Juni mendatang. Kuota pasti yang ditetapkan:

SMA Negeri 1 & 2: masing-masing 224 siswa

SMA Negeri 11 & 13: masing-masing 324 siswa

Sistem penerimaan tetap lewat empat jalur: afirmasi, zonasi, mutasi (5%), dan prestasi. Namun ada terobosan penting: semua peserta wajib ikut tes perangkingan.

“Tutup pintu bagi titipan. Semua bersaing adil. Hanya yang masuk peringkat teratas sesuai kuota yang diterima. Langkah ini agar tak ada lagi unjuk rasa orang tua dan siswa yang kecewa,” jelasnya.

Bagi yang belum beruntung, tersedia alternatif di sekolah swasta terakreditasi seperti SMA Xaverius, SMA Kristen, SMA Muhammadiyah, dan SMA Ahmad Yani.

-SMA Siwalima “Garuda Transformasi”: Berbenah Total

Sebagai sekolah unggulan nasional yang bermitra dengan 100 universitas terbaik dunia, SMA Siwalima mendapat perhatian khusus. Sejumlah keputusan penting disepakati:

-Pola Makan: Pemerintah daerah hanya tanggung makan pagi dan malam untuk 470 siswa asrama. Makan siang didanai lewat kerja sama dengan KKPG karena anggaran terbatas.

-Perbaikan Fasilitas: Ditambah 3 ruang kelas baru, perluasan ruang makan, dan perbaikan sistem air bersih.

-Perjanjian Orang Tua: Wajib tanda tangan kesepakatan mendukung pendidikan anak hingga ke luar negeri, serta sepakat membiayai 3 pasang seragam (2 pasang ditanggung pemda).

-Manajemen Terpisah: Pengelolaan asrama dilepas dari urusan guru agar pendidik bisa fokus mengajar, bukan merangkap tugas lain.

-Layanan Kesehatan: Dibangun Puskesmas Pembantu di lingkungan sekolah untuk penanganan awal jika ada siswa jatuh sakit.

(H.R)