Tak Mau Proposal Jadi Sampah, Bupati Malra Tempatkan Tim Khusus di Jakarta

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 23 September 2025

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Tak Mau Proposal Jadi Sampah, Bupati Malra Tempatkan Tim Khusus di Jakarta

Untuk memastikan usulan pembangunan tidak berhenti di atas kertas, Bupati Maluku Tenggara menyiapkan tim penghubung di Jakarta sekaligus mengawal bantuan pusat, termasuk proyek perumahan subsidi dan penanganan bencana senilai ratusan miliar rupiah.
 

LANGGUR, TribunNusantara.web.id |  Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun menegaskan pentingnya komitmen Pemerintah Daerah dalam menindaklanjuti setiap usulan pembangunan yang sudah disampaikan ke kementerian di Jakarta.

Menurutnya, tanpa komunikasi intensif, banyak proposal daerah hanya akan menumpuk tanpa hasil.

Thaher menjelaskan, Gubernur Maluku telah mengimbau seluruh bupati dan wali kota untuk tidak berdiam diri di daerah, tetapi aktif membangun komunikasi dengan kementerian di pusat.

“Kalau bisa, tugas-tugas lain diserahkan ke wakil bupati, sekda, atau staf. Kita harus rajin ke Jakarta agar usulan benar-benar diperjuangkan,” ujarnya di Langgur Kamis, (18/9/2025).

Bupati memberi contoh, usulan pembangunan di sektor kebencanaan yang kini sedang menjadi prioritas nasional.

Ia mengaku telah bertemu dengan Kementerian PUPR bersama Gubernur dan para kepala daerah se-Maluku. Hasilnya, proposal yang diajukan ditanggapi positif dan berpotensi mendapat bantuan hingga Rp120 miliar.

Untuk memperkuat koordinasi, pemerintah daerah juga akan menyiapkan tim kecil yang ditempatkan di Jakarta sebagai penghubung.

Tim ini akan memastikan setiap proposal, baik di bidang pertanian, perumahan, maupun kebencanaan, terus dikawal hingga terealisasi.

“Kalau kita tekuni, usulan tidak akan sia-sia,” tegasnya.

Selain soal kebencanaan, Bupati juga menyinggung rencana pembangunan perumahan bersubsidi tipe 36 bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Targetnya, sekitar 400 unit rumah akan dibangun setiap tahun.

Pemerintah daerah akan menanggung pembebasan lahan, sementara masyarakat hanya menanggung biaya ringan.

Khusus di Kei Besar, lahan juga akan disiapkan untuk pembangunan rumah sakit baru serta kawasan perumahan. Ia meminta dinas pertanahan dan perumahan segera berkoordinasi agar persyaratan administrasi bisa terpenuhi.

Di akhir sambutan, Bupati mengingatkan jajaran SKPD agar meninggalkan perbedaan internal dan lebih fokus bekerja untuk masyarakat.

“Pergantian posisi di eselon 2, 3, dan 4 itu hal biasa. Yang terpenting, mari kita bekerja tulus demi kesejahteraan rakyat,” pesannya.

Ia pun menutup dengan doa agar setiap langkah pembangunan daerah mendapat restu dari Tuhan dan leluhur.

“Mohon doa dari semua pihak, terutama ibu-ibu PKK, agar usaha kita ini membawa kebaikan untuk Maluku Tenggara,” pungkasnya.

 

Writter : Bruce Elang