TEMBAGAPURA BUKAN MEDAN PERANG!” Pemuda Mimika Nyalakan Alarm Kemanusiaan untuk Narlince Wamang
“TEMBAGAPURA BUKAN MEDAN PERANG!” Pemuda Mimika Nyalakan Alarm Kemanusiaan untuk Narlince Wamang
Mimika, Tribunnusantara-web.id Tanah Papua kembali berduka. Di tengah rentetan konflik bersenjata yang tak kunjung reda, satu lagi anak muda Papua dilaporkan menjadi korban. Narlince Wamang, sosok muda yang disebut penuh harapan, kini tinggal nama setelah hidupnya diduga berakhir di tengah letusan senjata yang terus menghantui warga sipil di Tembagapura.
Kematian Narlince memantik gelombang kemarahan dan keprihatinan dari kalangan pemuda di Mimika. Pemuda Muslim Mimika pun angkat suara keras dengan menyerukan aksi doa bersama dan bakar lilin sebagai simbol perlawanan moral terhadap kekerasan yang terus merenggut nyawa rakyat kecil.
“Ini alarm kemanusiaan. Tembagapura bukan medan perang!” demikian seruan yang digaungkan dalam ajakan aksi tersebut.
Seruan itu bukan tanpa alasan. Warga sipil disebut semakin sering hidup dalam bayang-bayang ketakutan akibat konflik bersenjata yang berkepanjangan. Anak-anak kehilangan rasa aman, keluarga hidup cemas, dan tanah yang seharusnya menjadi ruang kehidupan berubah menjadi wilayah penuh trauma.
Pemuda Mimika menilai sudah terlalu banyak nyawa melayang tanpa kepastian perlindungan bagi masyarakat sipil. Mereka meminta semua pihak menghentikan kekerasan dan menempatkan keselamatan warga di atas kepentingan apa pun.
Aksi doa dan bakar lilin yang direncanakan tersebut menjadi simbol bahwa masyarakat sipil mulai muak melihat darah terus tumpah di Papua. Dari Mimika, suara itu kini menggema keras:
“Stop perang. Warga jaga warga.”
StopPerang
WargaJagaWarga
(*****)








































Komentar via Facebook