Thaher Hanubun Buka Jalan Kei Ke Pasar Lebih Luas: Parawisata dan UMKM Jadi Senjata Ekonomi Daerah"

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 27 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Thaher Hanubun Buka Jalan Kei Ke Pasar Lebih Luas: Parawisata dan UMKM Jadi Senjata Ekonomi Daerah

"Thaher Hanubun Buka Jalan Kei Ke Pasar Lebih Luas: Parawisata dan UMKM Jadi Senjata Ekonomi Daerah"

Langgur Tribunnusantara-web.id — Kekayaan Maluku Tenggara kembali dibawa ke panggung nasional. Melalui ajang APKASI Otonomi Expo 2026, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus membuka peluang lebih luas bagi pariwisata dan produk UMKM masyarakat Kei.

Bupati Maluku Tenggara Drs. H. I. M. Thaher Hanubun hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Kehadiran pimpinan daerah di tengah forum nasional itu menunjukkan bahwa promosi potensi Maluku Tenggara diarahkan agar tidak berhenti sebagai kebanggaan daerah, tetapi mampu masuk ke ruang ekonomi yang lebih luas.27/8/26

Di arena expo, kekayaan pariwisata, budaya serta produk UMKM Maluku Tenggara menjadi bagian penting yang diperkenalkan kepada para peserta dan pengunjung.

Thaher juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan potensi daerah kepada sejumlah pejabat dan tamu yang hadir, termasuk Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto.

Potensi Besar Harus Berubah Menjadi Nilai Ekonomi

Maluku Tenggara memiliki modal besar untuk dikembangkan. Keindahan laut dan pulau-pulau Kei, kekayaan budaya, serta kreativitas masyarakat merupakan aset yang dapat menjadi kekuatan ekonomi daerah apabila dikelola dan dipasarkan secara tepat.

Namun, tantangannya bukan sekadar memiliki potensi.

Potensi yang tidak dipasarkan hanya akan menjadi cerita. Produk yang tidak menemukan pasar akan sulit berkembang. Pariwisata yang tidak dikelola secara serius juga tidak otomatis meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, kehadiran Maluku Tenggara dalam APKASI Otonomi Expo harus dilihat sebagai upaya mempertemukan potensi lokal dengan jaringan pasar, wisatawan, pelaku usaha dan peluang investasi.

Produk UMKM masyarakat Kei perlu mendapatkan ruang yang lebih besar agar mampu menembus pasar di luar daerah. Begitu pula sektor pariwisata harus terus diperkenalkan agar semakin banyak orang mengenal Maluku Tenggara sebagai salah satu destinasi potensial di kawasan timur Indonesia.

Thaher Dorong UMKM Naik Kelas

Promosi UMKM tidak boleh berhenti pada kegiatan pameran. Tantangan berikutnya adalah bagaimana produk masyarakat memiliki daya saing, kemasan yang baik, akses pasar yang lebih luas dan kesinambungan produksi.

Jika langkah tersebut dapat dilakukan secara konsisten, UMKM tidak hanya menjadi pelengkap kegiatan pemerintahan, tetapi dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Begitu pula sektor pariwisata. Meningkatnya kunjungan wisatawan harus memiliki efek berantai terhadap masyarakat, mulai dari pelaku kuliner, pengrajin, transportasi, penginapan hingga usaha kecil di sekitar destinasi.

Ketika pariwisata bergerak, ekonomi masyarakat harus ikut bergerak.

Expo Jangan Berhenti Setelah Lampu Pameran Padam

Momentum APKASI Otonomi Expo 2026 harus menghasilkan tindak lanjut. Promosi daerah akan kehilangan makna apabila setelah kegiatan selesai tidak ada kerja sama, perluasan pasar maupun investasi yang dapat ditindaklanjuti.

Karena itu, pemerintah daerah dituntut memastikan setiap peluang yang muncul dari ajang tersebut dapat dikonversi menjadi program nyata.

Bukan sekadar membuat Maluku Tenggara dikenal, tetapi membuat orang datang ke Kei, membeli produk masyarakat Kei, menggunakan jasa masyarakat Kei dan menanamkan investasi di daerah.

Inilah ukuran yang jauh lebih penting dari sebuah promosi daerah.

Kei Tidak Kekurangan Potensi, Tantangannya Adalah Keberanian Mengelola

Kehadiran Maluku Tenggara di panggung nasional menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa wilayah kepulauan bukan berarti harus berada di belakang dalam persaingan ekonomi.

Kei memiliki identitas, kekayaan alam, budaya dan produk masyarakat yang dapat menjadi modal untuk membangun ekonomi daerah.

Kini tantangannya adalah konsistensi.

Pemerintah daerah perlu memastikan promosi berjalan berkelanjutan, UMKM mendapatkan pendampingan, destinasi semakin siap menerima wisatawan, dan peluang investasi dikawal dengan baik.

Sebab keberhasilan pembangunan bukan hanya ketika daerah mampu menunjukkan apa yang dimilikinya, tetapi ketika kekayaan tersebut benar-benar menghasilkan manfaat bagi masyarakat.

APKASI Otonomi Expo 2026 menjadi salah satu panggungnya. Setelah itu, pekerjaan besarnya adalah membawa perhatian nasional tersebut pulang ke Kei dan mengubahnya menjadi peluang ekonomi, lapangan usaha dan kesejahteraan masyarakat Maluku Tenggara.

Bupati Maluku Tenggara

Drs. H. I. M. Thaher Hanubun

Editor: Bruce Elang