Thaher Hanubun: Efisiensi Bukan Alasan ASN Malas Melayani Rakyat
Thaher Hanubun: Efisiensi Bukan Alasan ASN Malas Melayani Rakyat
Maluku Tenggara Tribunnusantara-web.id — Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) agar tidak menjadikan kebijakan efisiensi anggaran sebagai alasan untuk mengurangi semangat kerja dan pelayanan kepada masyarakat.
Pesan itu disampaikan Thaher Hanubun seusai memimpin upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia di Lapangan Upacara Kantor Bupati Maluku Tenggara, Senin (17/8/2026).
Menurut Thaher, keterbatasan anggaran justru harus mendorong pemerintah daerah dan ASN untuk berpikir lebih kreatif dalam menentukan prioritas pembangunan. Anggaran yang tersedia harus diarahkan kepada kebutuhan yang benar-benar menyentuh kepentingan masyarakat.
“Efisiensi itu membuat kita harus berpikir. Kalau misalkan anggarannya kurang, apa yang kita lakukan?” ujar Thaher.
Ia menegaskan bahwa pengurangan anggaran tidak boleh diikuti dengan menurunnya etos kerja aparatur.
“Dana boleh dipotong, tapi kita tidak boleh turun semangat. Kita kerja terus,” tegasnya.
ASN Diminta Jangan Berpangku Tangan
Thaher juga memberikan perhatian khusus terhadap kedisiplinan dan tanggung jawab ASN. Ia mengingatkan bahwa aparatur pemerintah bekerja menggunakan pembiayaan negara sehingga pengabdian kepada masyarakat harus menjadi tanggung jawab utama.
Ia berharap seluruh ASN tidak sekadar mengikuti kegiatan pemerintahan secara seremonial, tetapi benar-benar hadir melalui pekerjaan dan pelayanan yang dapat dirasakan masyarakat.
Menurutnya, dalam situasi fiskal yang terbatas, pemerintah harus mampu memaksimalkan sumber daya yang ada. Maluku Tenggara memiliki laut, daratan dan berbagai potensi ekonomi yang dapat dikembangkan sebagai kekuatan daerah.
Thaher juga mengingatkan pengalaman pemerintah menghadapi pandemi COVID-19. Ketika kondisi sulit dan anggaran terbatas, menurutnya, pemerintah tetap harus bekerja dan mencari jalan keluar.
“Jangan efisiensi lalu kita semangatnya menurun dan kita tidak mau kerja. Itu namanya putus asa,” katanya.
Tambahan Anggaran Jadi Amanah
Dalam keterangannya, Thaher menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan tambahan anggaran untuk Maluku Tenggara.
Ia menyebut adanya tambahan sekitar Rp56 miliar dan menegaskan bahwa dukungan tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan masyarakat.
Thaher juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian pemerintah pusat terhadap Maluku Tenggara.
“Dari 191 kampung dan 11 kecamatan kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Pak Haji Prabowo, yang sudah mentransfer dana tambahan untuk Maluku Tenggara,” ujarnya.
Ia memastikan tambahan dukungan tersebut akan dipandang sebagai amanah yang harus dikelola untuk meningkatkan kehidupan masyarakat.
Semangat Kemerdekaan dari Desa hingga Pulau-Pulau
Di momentum HUT ke-81 RI, Thaher turut mengapresiasi partisipasi masyarakat Maluku Tenggara dalam merayakan kemerdekaan.
Menurutnya, antusiasme masyarakat terlihat mulai dari Kei Besar, Kei Kecil hingga sejumlah pulau lainnya. Berbagai kegiatan sederhana seperti pertandingan voli, tarik tambang, makan kerupuk dan kegiatan rakyat lainnya dinilai menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan tetap hidup di tengah masyarakat.
Ia mengajak masyarakat menjadikan usia 81 tahun kemerdekaan sebagai momentum untuk semakin dewasa dalam menyikapi berbagai persoalan.
Bagi Thaher, kemerdekaan tidak cukup hanya dirayakan melalui upacara. Semangat kemerdekaan harus diterjemahkan dalam bentuk kerja, pengabdian dan tanggung jawab terhadap daerah serta masyarakat.
Ujian Pemerintah Ada pada Pelayanan
Pernyataan Thaher pada akhirnya menempatkan efisiensi anggaran sebagai tantangan bagi pemerintah daerah.
Di satu sisi, pemerintah dituntut bekerja dengan anggaran yang terbatas. Di sisi lain, masyarakat tetap memiliki hak untuk memperoleh pelayanan publik yang baik.
Karena itu, pesan Bupati kepada ASN menjadi pekerjaan rumah bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara: anggaran boleh terbatas, tetapi pelayanan kepada rakyat tidak boleh ikut terbatas.
Efisiensi seharusnya menjadi ruang untuk memperbaiki prioritas, memangkas pemborosan dan memastikan setiap rupiah anggaran memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menutup keterangannya, Thaher menegaskan kembali semangat kebangsaan masyarakat Maluku Tenggara.
“Sekali merdeka tetap merdeka. Negara Kesatuan Republik Indonesia, Merah Putih di dada.”
Editor: Bruce Elang








































Komentar via Facebook