THAHER HANUBUN GERAM: SEKOLAH ABSEN DAN WARGA TAK KIBARKAN MERAH PUTIH DITEGUR KERAS
THAHER HANUBUN GERAM: SEKOLAH ABSEN DAN WARGA TAK KIBARKAN MERAH PUTIH DITEGUR KERAS
LANGGUR, Tribunnusantara-web.id MALUKU TENGGARA — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Maluku Tenggara tidak hanya diwarnai kemeriahan jalan santai. Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, justru melontarkan peringatan keras terkait rendahnya partisipasi sejumlah sekolah dan masih adanya rumah warga yang belum mengibarkan Bendera Merah Putih.11/08/2026
Pernyataan tegas itu disampaikan Thaher saat membuka secara resmi rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI di Taman Landmark Larvul Ngabal, Langgur, Senin (10/8/2026).
Dalam sambutannya, Thaher menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan bukan sekadar seremoni. Seluruh elemen masyarakat, termasuk sekolah, pemerintah kecamatan hingga warga, wajib menunjukkan semangat kebangsaan.
“17 Agustus itu kewajiban kita semua,” tegas Thaher.
Sorotan pertama diarahkan kepada sejumlah SMA/SMK yang tidak menghadiri kegiatan tersebut. Menurut Thaher, terdapat sekolah tingkat SLTA yang tidak berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan HUT RI.
Ia meminta Pelaksana Harian Sekretaris Daerah menyiapkan surat resmi kepada Gubernur Maluku dengan tembusan kepada dinas terkait agar persoalan tersebut mendapat perhatian.
Thaher mengakui bahwa SMA dan SMK berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi. Namun, menurutnya, keberadaan sekolah tersebut berada di wilayah Kabupaten Maluku Tenggara sehingga partisipasi dalam momentum nasional seperti HUT Kemerdekaan harus tetap menjadi perhatian bersama.
Saya memberikan peringatan keras karena ini 17 Agustus adalah kewajiban kita semua,” ujarnya.
38 Rumah Belum Kibarkan Merah Putih
Peringatan lebih keras kemudian disampaikan Thaher kepada jajaran camat, khususnya Camat Kei Kecil dan Camat Kei Kecil Timur.
Thaher mengaku secara langsung memantau kondisi pemasangan Bendera Merah Putih di sepanjang wilayah yang dilaluinya.
Hasilnya, dari 55 rumah yang berada di sepanjang ruas jalan dari kawasan Prapatan Lanud hingga Landmark, baru 17 rumah yang memasang Bendera Merah Putih, sementara 38 rumah lainnya belum memasangnya.
Angka tersebut membuat Thaher meminta camat segera bertindak.
Ia bahkan memerintahkan agar pemasangan bendera segera dituntaskan dan kembali diperiksa pada hari yang sama.
“Tolong saudara hari ini juga, jam ini juga. Sore saya sudah periksa bahwa bendera sudah naik. Demi Tuhan, saya tidak main-main,” tegasnya.
Menurut Thaher, pemasangan umbul-umbul tidak dapat menggantikan kewajiban mengibarkan Bendera Merah Putih.
“Umbul-umbul boleh dipasang, tetapi bendera itu harus berdiri. Siapa pun dia harus pasang bendera itu karena itu perintah negara,” tegasnya.
Tanamkan Nasionalisme Sejak Sekolah
Thaher juga mengingatkan para guru agar tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi turut menanamkan rasa kebangsaan kepada generasi muda.
Di hadapan para siswa, ia bahkan mengajak mereka meneriakkan simbol sederhana namun kuat: Merah Putih.
Dengan menunjuk pakaian yang dikenakannya, Thaher mengajak para siswa memahami bahwa warna merah dan putih bukan sekadar warna pakaian, melainkan simbol kebangsaan yang harus dijaga.
Pesannya sederhana: rasa cinta tanah air harus ditanamkan sejak bangku sekolah.
Peringatan tersebut sejalan dengan tema besar HUT ke-81 RI tahun 2026, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”
Thaher menegaskan tema tersebut jangan berhenti sebagai slogan, tetapi harus diterjemahkan dalam kehidupan nyata oleh pemerintah, guru, pelajar dan seluruh masyarakat.
Usai menyampaikan sambutan, Thaher secara resmi membuka rangkaian kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang ditandai dengan penekanan tombol sirene dan pelepasan balon gas.
Dengan nada tegas, Bupati Maluku Tenggara menutup sambutannya dengan seruan:
“Merdeka! Merdeka! Merdeka!”
Editor: Bruce Elang








































Komentar via Facebook