THAHER HANUBUN: JANGAN HANYA RAPI DI BARISAN, MALUKU TENGGARA HARUS SATU LANGKAH BANGUN DAERAH
THAHER HANUBUN: JANGAN HANYA RAPI DI BARISAN, MALUKU TENGGARA HARUS SATU LANGKAH BANGUN DAERAH
LANGGUR Tribunnusantara-web.id — Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun, melontarkan pesan tegas di momentum pembukaan Lomba Gerak Jalan Indah dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.11/08/2026
Bagi Thaher, gerak jalan bukan sekadar parade, bukan pula kegiatan seremonial untuk memeriahkan hari kemerdekaan. Di balik barisan yang rapi dan langkah yang serempak, terdapat pesan besar tentang bagaimana masyarakat dan pemerintah harus membangun daerah secara bersama-sama.
Lomba Gerak Jalan Indah tersebut resmi dibuka di Langgur, Rabu (12/8/2026). Dalam sambutannya, Thaher menegaskan bahwa kekompakan yang ditampilkan peserta di jalan harus menjadi cermin kehidupan masyarakat Maluku Tenggara.
“Gerak jalan adalah cermin dari kebersamaan sebuah bangsa,” tegas Thaher.
Menurutnya, ratusan peserta yang berjalan dalam satu barisan, dengan langkah serempak, irama yang selaras dan tujuan yang sama, menggambarkan sebuah kekuatan penting dalam kehidupan bermasyarakat.
Namun, Thaher memberikan pesan yang jauh lebih dalam: jangan sampai kekompakan hanya terlihat ketika berada di barisan.
Kekompakan itu, kata dia, harus diterjemahkan dalam kehidupan sosial, pemerintahan dan pembangunan daerah.
RAPI DI BARISAN SAJA TIDAK CUKUP
Thaher menilai sebuah daerah tidak mungkin maju apabila setiap elemen berjalan dengan arah masing-masing.
Gerak jalan, menurutnya, mengajarkan bahwa satu regu tidak akan mampu tampil maksimal apabila anggotanya tidak memiliki koordinasi. Setiap langkah harus mengikuti irama, setiap anggota harus memahami perannya, dan seluruh barisan harus bergerak menuju tujuan yang sama.
Prinsip tersebut harus dibawa ke kehidupan nyata.
Disiplin, kesabaran, ketaatan terhadap aturan dan kemampuan bekerja sama tidak boleh berhenti sebagai teori ataupun slogan. Nilai-nilai tersebut harus menjadi karakter masyarakat dan aparatur dalam menjalankan tugas sehari-hari.
PEMBANGUNAN TAK BOLEH BERJALAN SENDIRI-SENDIRI
Thaher kemudian menghubungkan filosofi gerak jalan dengan arah pembangunan Maluku Tenggara.
Ia menegaskan, kemajuan daerah membutuhkan langkah yang serempak dari seluruh elemen masyarakat, disiplin dalam menjalankan program pembangunan, serta kerja sama yang kuat antara pemerintah dan masyarakat.
Di tengah keberagaman suku, agama dan budaya yang dimiliki Maluku Tenggara, harmoni menjadi kekuatan yang tidak boleh diabaikan.
Pesan tersebut menjadi penting: pembangunan bukan pekerjaan satu pihak. Pemerintah membutuhkan dukungan masyarakat, sementara masyarakat membutuhkan pemerintah yang mampu bekerja dengan arah yang jelas.
Karena itu, semangat gerak jalan tidak boleh berhenti ketika lomba selesai. Barisan boleh bubar, tetapi semangat kebersamaan dan disiplin harus tetap hidup dalam kehidupan masyarakat.
THAHER: KUALITAS SDM BUKAN HANYA CERDAS
Thaher juga menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual.
Menurutnya, kualitas manusia juga ditentukan oleh karakter: disiplin, kemampuan bekerja sama, menjaga harmoni serta memiliki ketahanan fisik dan mental.
Nilai-nilai tersebut justru dapat dibentuk melalui kegiatan yang melatih kebersamaan dan kedisiplinan seperti gerak jalan.
Dalam konteks kemerdekaan, Thaher mengingatkan bahwa kemerdekaan bukan sekadar terbebas dari penjajahan.
Kemerdekaan harus dimanfaatkan untuk membangun, berkarya dan menentukan masa depan daerah sendiri.
Para pendiri bangsa, kata Thaher, telah mewariskan kemerdekaan bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai modal untuk terus bergerak maju.
SATU LANGKAH, SATU ARAH, SATU TUJUAN
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, menurut Thaher, harus menjadi titik tolak untuk memperkuat soliditas, membangun disiplin, mempererat kerja sama dan menjaga harmoni.
Semua kekuatan tersebut dibutuhkan untuk membawa Maluku Tenggara menjadi daerah yang maju, sejahtera dan berdaya saing.
Dengan demikian, pesan gerak jalan yang disampaikan Thaher bukan semata soal siapa yang paling rapi, paling cepat atau paling kompak di lintasan.
Lebih jauh dari itu, yang diuji adalah kesediaan seluruh elemen daerah untuk berjalan dalam satu arah.
Barisan peserta boleh menjadi simbol. Tetapi pembangunan adalah ujian sebenarnya.
Jika dalam gerak jalan setiap peserta dituntut mengikuti satu komando dan satu irama, maka dalam pembangunan Maluku Tenggara dibutuhkan hal yang sama: visi yang jelas, disiplin dalam bekerja, koordinasi yang kuat dan kemauan untuk bergerak bersama.
Di akhir sambutannya, Thaher meminta seluruh peserta menjunjung sportivitas dan menampilkan kekompakan terbaik. Ia juga meminta panitia dan juri memberikan penilaian secara objektif serta menjunjung tinggi sportivitas.
Lomba Gerak Jalan Indah HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia akhirnya resmi dibuka.
Editor : Bruce Elang








































Komentar via Facebook