Thaher Hanubun Letakkan Batu Pertama: Babak Baru Hunian Rakyat Maluku Tenggara Dimulai
Langgur, TribunNusantara.web.id | Di bawah langit cerah Langgur, Rabu pagi (29/10/2025), suara palu dan dentingan batu pertama menjadi penanda babak baru bagi ratusan keluarga di Maluku Tenggara.
Bupati Maluku Tenggara, Drs. Hi. M. Thaher Hanubun, dengan langkah mantap meletakkan batu pertama pembangunan 500 unit rumah bersubsidi melalui skema Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) — sebuah program nasional yang menjadi simbol nyata kehadiran negara di tengah rakyat.
Momentum itu berlangsung di kompleks Kantor Bupati Maluku Tenggara, disaksikan oleh jajaran Forkopimda, perwakilan perbankan dan pengembang, serta calon penerima manfaat yang datang dengan wajah penuh harapan.
Program ini, kata Thaher, bukan sekadar proyek fisik, melainkan wujud konkret dari tekad pemerintah untuk memenuhi hak dasar warga: memiliki rumah layak dan terjangkau.
“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Maluku Tenggara, saya menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian PUPR dan pihak perbankan, atas jatah 500 unit rumah KPR FLPP ini. Ini bukti negara hadir dan peduli,” ujar Thaher dalam sambutannya.
Rumah-rumah tersebut akan dibangun secara bertahap di beberapa titik wilayah Maluku Tenggara, menyesuaikan kesiapan lahan dan dukungan infrastruktur. Bupati menegaskan, keberhasilan program ini menuntut kolaborasi semua pihak — pemerintah, pengembang, dan lembaga keuangan — agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
“Saya berharap ASN dan masyarakat yang belum memiliki rumah bisa memanfaatkan program ini. Mari kita dukung bersama agar pembangunannya tuntas tepat waktu dan benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat,” tegasnya.
Di tengah semangat pembangunan itu, Thaher tak lupa menautkan makna peletakan batu pertama dengan jiwa Sumpah Pemuda yang baru saja diperingati.
Menurutnya, semangat persatuan dan tekad membangun bangsa yang diikrarkan para pemuda 97 tahun lalu harus menjadi bahan bakar moral dalam membangun Maluku Tenggara yang maju dan sejahtera.
“Rumah bukan hanya tempat bernaung, tapi pondasi bagi lahirnya keluarga tangguh dan masyarakat produktif. Semangat Sumpah Pemuda harus hidup dalam setiap batu yang kita letakkan hari ini,” tutur Thaher dengan nada reflektif.
Program 500 unit rumah KPR FLPP di Maluku Tenggara ini menjadi bagian dari gerakan nasional pemerataan perumahan rakyat yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia.
Dari Sabang hingga Merauke, dari pesisir Kei hingga perbukitan Papua Barat, program ini diharapkan mampu membuka akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Dan di tanah Kei yang sarat budaya dan sejarah ini, peletakan batu pertama itu tak sekadar memulai pembangunan fisik, tetapi juga menanam harapan baru: bahwa kesejahteraan bukan sekadar janji, melainkan sesuatu yang sedang tumbuh – satu bata demi satu bata.
[BR]








































Komentar via Facebook